Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!


DPC SPSI Tolak UMK 2019 Tanjungpinang Rp2.771.172

Ketua DPC Kofederasi SPSI Kota Tanjungpinang, Afyendri. Foto Ist

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Tanjungpinang menolak penetapan Upah Minimum Kota (UMK) tahun 2019 sebesar Rp2.771.172. Penolakan dikarenakan adanya kesenjangan dibandingkan daerah sekitar yakni Kabupaten Bintan.

Ketua DPC Kofederasi SPSI Kota Tanjungpinang, Afyendri mengatakan, penetapan UMK saat ini ditetapkan melalui PP No 78 tahun 2015 tentang pengupahan. Tetapi SPSI melihat dari segi kesenjangan yang begitu jauh dibandingkan daerah Bintan dimana UMKnya mencapai Rp3,5 juta.

“Ada klausulnya, itu memperhatikan dengan upah daerah sekitar (Bintan). Kalau sebelah daerah kita upahnya tinggi, maka itu kita tidak menyetujuinya,” kata Ketua DPC Kofederasi SPSI Tanjungpinang, Afyendri kepada prokepri, Rabu 7/11/2018.

Afyendri sangat kawatir akan terjadi imigrasi besar-besaran, jika UMK 2019 Kota Gurindam ditetapkan pemerintah.

“Bintankan 3,5 juta kalau tak salah. 800 ribu bedanya sangat senjang sekali. bagimana SPSI tidak setuju dan tidak menyetujuinya. Kita maunya 3 juta,” tekan dia.

Penolakan tersebut, masih Afyendri, sudah disampaikan SPSI pada forum rapat bersama Dewan Pengupahan Kota (DPK) penetapan UMK 2019 yang dilaksanakan di kantor perpusatakaan, (Selasa 6/11/2018) pukul 09.00 Wib pagi kemaren.

“Dihadiri unsur tiga unsur serikat pekerja, BPS, biro hukum, Disperindag dan dinas terkait lainnya serta dipimpin Asisten walikota,” ungkapnya lagi.

Afyendri mengingatkan pemerintah agar menjadi penengah serta mengakomodir keinginan para pekerja melalui SPSI.

“Dalam arti kata sebagai penengah dan ini akan dibawa ke gubernur dan disetujui gubernur,” tutupnya.

Penulis/Editor : YAN

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.