Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!


Keluarga Korban Jatuhnya Lion Air Gugat Boeing Company

Puing pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di Tanjung Priok, Jakarta. Foto Republika

PROKEPRI.COM, JAKARTA – Keluarga korban jatuhnya Lion Air JT 610 dari almarhum Dr. Rio Nanda Pratama melalui Firma hukum Colson Hicks Eidson dan BartlettChen LLC menggugat The Boeing Company selaku produsen pesawat Boeing 737 MAX 8. Pesawat JT 610 jatuh pada 29 Oktober 2018 di Teluk Karawang.

“Kami telah mengajukan gugatan terhadap The Boeing Company di pengadilan Circuit Court of Cook County, Illinois, Amerika Serikat. Gugatan ini kami ajukan atas nama klien kami yaitu orang tua dari almarhum Dr. Rio Nanda Pratama yang tewas ketika pesawat Boeing 737 MAX 8 jatuh ke laut,” kata pengacara Curtis Miner berdasarkan keterangan tertulis, Kamis (15/11).

Almarhum Dr. Pratama adalah seorang dokter muda dalam perjalan pulang dari sebuah konferensi di Jakarta dan hendak menikah pada 11 November 2018.

Terkait dengan investigasi kecelakaan ini, Curtis Miner menyatakan, bahwa sesuai dengan perjanjian internasional, pihak penyelidik dari Indonesia dilarang untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab atau siapa yang bersalah, dan hanya diperbolehkan untuk membuat rekomendasi keselamatan untuk industri penerbangan pada masa depan.

“Inilah sebabnya mengapa tindakan hukum atas nama keluarga korban harus dilakukan. Investigasi oleh lembaga Pemerintah biasanya tidak akan memutuskan siapa yang bersalah dan tidak menyediakan ganti rugi yang adil kepada para keluarga korban. Inilah pentingnya gugatan perdata pribadi dalam tragedi seperti ini,” kata Curtis.

Ayahanda dari almarhum Dr. Rio Nanda Pratama menuturkan alasan pengajuan gugatan tersebut. “Semua keluarga korban ingin mengetahui kebenaran dan penyebab tragedi ini, kesalahan yang sama harus dihindari ke depannya dan pihak yang bertanggung jawab harus dibawa ke pengadilan. Saya menuntut keadilan untuk putra saya dan semua korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.”

92 Korban Teridentifikasi

Sementara itu, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit Polri kembali mengidentifikasi tiga korban pesawat Lion Air JT 610 registrasi PK LQP. “Hasil rekonsiliasi pada hari (Kamis/11).

“Ada tiga penumpang yang berhasil teridentifikasi,” ujar Kepala DVI Kombes Pol Lisda Cancer, di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur.

Adapun identitas ketiga korban sebagai berikut: 1. Muhammad Syafi’i (45), Laki-laki, teridentifikasi melalui pemeriksaan DNA 2. Naqiya Azmi (19), Perempuan, teridentifikasi melalui pemeriksaan DNA 3. Maria Ulfah (36), Perempuan, teridentifikasi melalui pemeriksaan DNA

Hingga saat ini, korban yang telah teridentifikasi sebanyak 92 orang. Mereka terdiri dari 67 laki-laki dan 25 perempuan. Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018) pagi.

Pesawat itu mengangkut 181 penumpang dan 8 awak. Semua penumpang dan awak diduga tewas dalam kecelakaan itu. (ant/kcm/rol)

Editor : YAN

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.