Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!




Pengadilan Putuskan Caleg Gerindra Apriyandi Tak Bersalah

Caleg Gerindra Tanjungpinang, M Apriyandi. Foto ist

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru menerima permohonan banding serta memutuskan Calon Legislator (Caleg) Partai Gerindra, M Apriyandi tidak bersalah melakukan tindak pidana Pemilu 2019 (money politik,red). Putusan PT Nomor 261/PID.SUS/2019/PT PBR tersebut diunggah di website resmi Mahkamah Agung (MA) pada Rabu (03/07).

Dikutip melalui link (website resmi MA) yakni https://putusan.mahkamahagung.go.id/putusan tertanggal Rabu (03/07/19), Hakim PT Menerima Permohonan Banding dari Pembanding Penuntut Umum dan Terdakwa dan membatalkan putusan Pengadilan Negeri Tanjungpinang Nomor 182/Pid.Sus/2019/PN Tpg tanggal 24 Juni 2019 yang dimohonkan banding.

Dalam putusan tersebut, hakim menyatakan terdakwa M Apriyandi tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan terhadapnya.

“Membebaskan terdakwa M. Apriyandi dari segala dakwaan dan memulihkan hak-hak Terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, dan harkat serta martabatnya dalam keadaan seperti semula,” bunyi sambungan putusan sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Dolman Sinaga dengan Anggota Hesmayetti dan Tahan Simamora.

Berdasarkan putusan PT, anak kandung Walikota Tanjungpinang H Syahrul ini dipastikan melenggang menuju kursi DPRD Tanjungpinang periode 2019-2024.

Seperti diketahui, M Apriyandi merupakan Caleg terpilih DPRD Tanjungpinang dari partai Gerindra. Dia sebelumnya divonis bersalah melakukan tindak pidana Pemilu oleh Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang.

Hakim memutuskan vonis lima bulan penjara termasuk denda 24 juta plus subsider satu bulan kurungan.

Penulis : YANDRI

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.