KEPRI

Amsakar Sebut Penetapan Hari Jadi Batam Berdasarkan Catatan Sejarah

Walikota Batam Amsakar achmad ziarah ke Makam Zuriah Nong Isa di Kompleks Masjid At-Taqwa dan Makam Zuriah Nong Isa, Nongsa, Batam, Jumat (12/12/2025). Foto dok dko

PROKEPRI.COM, BATAM – Walikota Batam Amsakar Achmad kembali menjelaskan perjalanan penetapan Hari Jadi Batam.

Ia menyampaikan bahwa terdapat empat opsi historis yang pernah dikaji, mulai dari masa awal Otorita Batam, pembentukan Kota Madya Administratif pada 1983, hingga lahirnya Kota Batam sebagai daerah otonom pada 1999.

“Akhirnya, penetapan hari jadi merujuk pada dokumen sejarah paling jelas yang diperoleh dari Arsip Nasional, yakni waktu penyerahan Surat Keputusan oleh Sultan Abdurrahman dan Raja Ja’far kepada Raja Isa untuk memimpin wilayah Nongsa dan rantau takluknya,” jelas Amsakar, Jumat (12/12/2025).

Penetapan tersebut dianggap relevan dengan konteks kekinian karena Batam sejak dahulu berperan sebagai wilayah transit penting, termasuk tempat persinggahan calon jemaah haji pada masa lalu.

“Saya ingat betul, karena saat itu saya menjadi ketua panitia yang merumuskan Hari Jadi Kota Batam,” tutup Amsakar.

Sebelumnya, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menghadiri prosesi ziarah ke Makam Zuriah Nong Isa di Kompleks Masjid At-Taqwa dan Makam Zuriah Nong Isa, Nongsa, Batam.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Batam (HJB) ke-196.

Acara ziarah turut dihadiri Ketua TP-PKK Kota Batam, Sekda Batam, Firmansyah, keluarga besar Zuriah Nong Isa, tokoh masyarakat, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam, pimpinan organisasi perangkat daerah, serta masyarakat.(wan)

Editor: yn

Back to top button