NASIONAL

Tiga Prajurit TNI Tewas di Lebanon, Kemenlu Minta Investigasi

Prajurit TNI yang menjadi pasukan perdamaian sedang berpatroli di perbatasan Lebanon-Israel. Foto UN Peacekeeping

PROKEPRI.COM, JAKARTA – Tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang menjadi anggota pasukan perdamaian meninggal dunia akibat ledakan di Lebanon.

Tiga prajurit TNI itu adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan.

Seperti yang diberitakan sejumlah media, dua prajurit TNI meninggal karena ledakan menghantam konvoi UNIFIL, dan satu korban lainnya atas serangan altileri yang ke lokasi kontingen Indonesia di Kota Adshit al-Qusyar di Lebanon Selatan.

Sementara itu, pemerintah Indonesia juga telah menyampaikan rasa dukacita yang mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) atau pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon tersebut.

“Berkenaan dengan berita gugurnya tiga prajurit TNI kita yang sedang menjalankan tugas sebagai anggota penjaga perdamaian di Lebanon, mewakili Bapak Presiden, tentunya kami pemerintah menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya,” ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam pernyataannya dikutip, Rabu (1/4/206).

Kementerian Luar Negeri (Kemlu), sambung Prasetyo, juga telah meminta otoritas terkait untuk melakukan investigasi terhadap peristiwa ini.

“Melalui Menteri Luar Negeri juga kemarin pemerintah telah menyampaikan sikap, termasuk menyayangkan kejadian ini, sekaligus meminta kepada otoritas-otoritas terkait untuk melakukan investigasi,”tegasnya.

Prasetyo mengatakan bahwa pemerintah akan memberikan upaya terbaik untuk pemulangan jenazah ketiga prajurit TNI ini.

“Kami juga sebagai Mensesneg telah berkoordinasi dengan Menteri Pertahanan, dengan Kementerian Luar Negeri, termasuk dengan Panglima TNI dalam hal melakukan upaya yang terbaik untuk pemulangan jenazah ketiga prajurit yang gugur, sekaligus memberikan briefing kepada seluruh pasukan dan prajurit yang masih bertugas di lapangan untuk meningkatkan kewaspadaan,” pungkasnya.

Menlu Sugiono Kecam Keras

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengecam keras insiden ini dan menegaskan bahwa keselamatan pasukan pemelihara perdamaian harus dihormati setiap saat sesuai dengan hukum internasional.

“Pemerintah juga mengecam keras serangan-serangan yang dilakukan Israel di wilayah Lebanon selatan, yang telah mendorong eskalasi dan menyulitkan pelaksanaan mandat UNIFIL sesuai Resolusi 1701 (2006),” ujar Sugiono dalam pernyataan tertulisnya melalui akun media sosial @menluri.

Indonesia juga menegaskan pentingnya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan untuk mengungkap fakta secara jelas dan akuntabel, sebagai dasar bagi pertanggungjawaban atas insiden ini.

“Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak untuk menahan diri, menghentikan kekerasan, serta menghormati keselamatan dan pelaksanaan mandat pasukan pemelihara perdamaian PBB,” kata Menlu.(i)

Editor: yn

Back to top button