ABK Kapal Ikan Asal Sumut Diamankan Polisi Usai Intip Gadis Mandi di Desa Tarempa Timur

PROKEPRI.COM,ANAMBAS – Seorang anak buah kapal (ABK) ikan pukat mayang asal Teluk Nibung, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut), diamankan Tim Patroli Napoleon Presisi Polsek Siantan setelah diduga mengintip seorang gadis yang sedang mandi di Desa Tarempa Timur, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Sabtu (30/5/2026) malam.
Pelaku diketahui bernama Ali Syahputra alias Angkut. Pelaku diamankan setelah warga melaporkan dugaan aksinya yang dinilai telah meresahkan masyarakat setempat.
Korban merupakan anak perempuan dari Arno, salah seorang pegawai Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Kepulauan Anambas.
Wakil Penanggung Jawab Tim Napoleon Presisi sekaligus Kapos KKP Polsek Siantan, Iptu Raja Vindho, mengatakan bahwa pelaku tidak hanya diduga mengintip korban yang sedang mandi, tetapi juga mengambil celana dalam milik korban.
”Yang bersangkutan juga mengambil celana dalam milik korban. Aksinya diketahui warga dan langsung diamankan,” ujar Raja Vindho kepada media ini, Minggu (31/5/2026).
Menurutnya, perbuatan pelaku memicu kemarahan warga yang selama ini merasa resah dengan keberadaannya.
Untuk menghindari tindakan main hakim sendiri, pelaku sempat diamankan di Pos Pelabuhan Perikanan Antang, Desa Tarempa Timur.
Namun informasi penangkapan tersebut dengan cepat menyebar ke masyarakat. Sejumlah warga kemudian mendatangi lokasi dan mengepung pelaku karena kesal atas dugaan perbuatannya.
Dalam situasi yang sempat memanas, pelaku diketahui sempat mendapat pukulan dari beberapa warga. Beruntung, petugas bersama tokoh masyarakat segera meredam emosi massa dan membawa pelaku ke Polsek Siantan.
”Alhamdulillah, masyarakat dapat ditenangkan sehingga tidak terjadi tindakan anarkis. Yang bersangkutan langsung kami bawa ke Polsek Siantan untuk diamankan,” jelas Raja Vindho.
Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi menduga pelaku telah melakukan aksi serupa lebih dari satu kali di lokasi yang sama.
Raja Vindho mengungkapkan bahwa sehari sebelumnya, Jumat (29/5/2026) malam, pelaku juga diduga mendatangi rumah korban dan melakukan tindakan serupa. Namun saat itu ia berhasil melarikan diri.
”Malam sebelumnya juga sempat diketahui masyarakat, tetapi yang bersangkutan berhasil kabur. Warga hanya menemukan pakaian dan sandal miliknya yang tertinggal di lokasi,” ungkapnya.
Temuan tersebut menjadi salah satu petunjuk bagi petugas untuk mendalami dugaan bahwa pelaku telah berulang kali melakukan tindakan yang meresahkan warga sekitar.
Sementara itu, nakhoda kapal tempat pelaku bekerja, GN, mengaku terkejut mengetahui perbuatan anak buah kapalnya tersebut. Menurutnya, pelaku merupakan pekerja baru sehingga dirinya belum mengenal karakter dan kepribadiannya secara mendalam.
”Karena ada abangnya yang menjadi penanggung jawab mesin, jadi dia ikut bekerja di kapal saya. Kalau tahu dia seperti itu, tentu tidak akan saya bawa,” kata GN.
GN juga mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, pelaku disebut pernah melakukan perbuatan serupa di kampung halamannya hingga meresahkan masyarakat setempat.
Atas kejadian tersebut, GN menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Desa Tarempa Timur dan berharap proses hukum dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Salah seorang warga yang turut membantu mengamankan pelaku, Zamirin, mengatakan bahwa dugaan aksi mengintip tersebut bukan kali pertama terjadi.
”Sudah dua kali kejadian. Bahkan ada warga yang bilang sudah tiga kali. Padahal orangnya baru dua hari berada di sini,” ujarnya.
Menurut Zamirin, pada kejadian sebelumnya pelaku diduga meninggalkan celananya di lokasi. Barang tersebut kemudian diamankan oleh pemilik rumah karena warga meyakini pelaku akan kembali untuk mengambilnya.
”Waktu itu celananya ditinggal. Karena curiga, warga menyimpan celana tersebut dan yakin pelaku bakal kembali mengambilnya,” katanya.
Kecurigaan warga akhirnya terbukti. Saat pelaku diduga kembali melakukan aksi serupa, keberadaannya diketahui warga yang kemudian melakukan pengejaran.
”Pas dia mengintip, ada warga yang melihat. Dia langsung dikepung dan dikejar hingga lari ke arah pos pelabuhan,” jelas Zamirin.
Saat kejadian, Zamirin bersama petugas lainnya sedang berjaga di sekitar gerbang pelabuhan. Mendengar teriakan warga, ia segera menghadang pelaku dan membawanya ke pos pengamanan.
”Saya dengar warga berteriak.Saya langsung memotong jalan dari depan. Begitu dia sampai, langsung saya amankan dan bawa ke pos,” ujarnya.
Setelah diamankan, pihaknya segera menghubungi anggota Polsek Siantan untuk penanganan lebih lanjut.
Saat ini, Ali Syahputra alias Angkut telah diamankan di Polsek Siantan untuk menjalani pemeriksaan. Polisi masih mendalami kasus tersebut dengan memeriksa pelaku, korban, dan sejumlah saksi guna mengungkap secara lengkap rangkaian peristiwa serta menentukan langkah hukum selanjutnya.(as)
Editor: yn
