Besok Hasil UM-PTKIN 2026 Diumumkan

PROKEPRI.COM, JAKARTA – Hasil Ujian Masuk Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PMB PTKIN) 2026 se-Indonesia akan diumumkan pada besok tanggal 30 Juni.
Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN 2026, Prof. Abd. Aziz mencatat kenaikan signifikan pada jumlah peserta yang melakukan finalisasi pada PMB PTKIN tahun ini. Angka kenaikan itu mencapai hampir sembilan ribu peserta.
Aziz memaparkan data statistik pertumbuhan pendaftar Ujian Masuk PTKIN 2026, sebanyak 142.836 siswa telah membuat akun, dengan 118.524 di antaranya memilih program studi, hingga mencapai total 111.353 peserta yang sukses melakukan finalisasi.
Data finalisasi ini, menurutnya, menunjukkan ada tren kenaikan dalam tiga tahun terakhir.
”Angka finalisasi tahun ini menunjukkan grafik pertumbuhan yang sangat konsisten jika dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya, yaitu 95.321 peserta pada tahun 2024 dan 102.445 peserta pada tahun 2025. Ini membuktikan bahwa PTKIN semakin kompetitif dan memikat bagi lulusan SMA/MA/SMK/Pesantren,”ungkap Aziz dalam keterangannya, Senin (29/6/2026).
Ia menjelaskan, saat ini panitia sedang mempersiapkan pengumuman hasil UM-PTKIN. Pengumuman bisa di akses pada 30 Juni 2026 pukul 15.00 WIB, dilaman https://pengumuman-um.ptkin.ac.id/.
Sementara itu, Menteri Agama, Nasaruddin Umar mengingatkan bahwa PTKIN memiliki mandat ganda yang luhur, yakni sebagai institusi keilmuan sekaligus institusi dakwah. Karenanya, PMB bukan sekadar rutinitas administratif tahunan, melainkan investasi strategis jangka panjang bagi masa depan bangsa.
”Proses penerimaan mahasiswa baru adalah gerbang awal. Dari sinilah kita menyaring calon-calon pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara akademik dan menguasai teknologi, tetapi juga memiliki integritas moral kokoh serta komitmen kuat terhadap nilai-nilai moderasi beragama,” ujar Nasaruddin.
Hal senada disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof. Amien Suyitno. Dia mengapresiasi keberhasilan transformasi digital sistem UM-PTKIN.
Sinergi dan penguatan teknologi informasi antar-kampus dinilainya telah berhasil mendongkrak kepercayaan publik (public trust) secara signifikan dari tahun ke tahun.
”Kepercayaan masyarakat adalah aset tertinggi kami. Integritas seleksi yang profesional, objektif, dan akuntabel menjadi kunci utama mengapa institusi PTKIN kian diminati sebagai destinasi pendidikan tinggi utama di Indonesia,” tandas Amien.(red)
