KAMPUS

Dosen UNAND Raih Best Oral Presentation ICHS 2026

Dosen Fakultas Farmasi Universitas Andalas (UNAND), apt. Yoneta Srangenge, S.Farm., M.Sc., meraih penghargaan Best Oral Presentation pada The 4th International Conference on Health Sciences (ICHS) 2026. Foto UNAND

PROKEPRI.COM, PADANG – Dosen Fakultas Farmasi Universitas Andalas (UNAND), apt. Yoneta Srangenge, S.Farm., M.Sc., meraih penghargaan Best Oral Presentation pada The 4th International Conference on Health Sciences (ICHS) 2026.

Penghargaan tersebut diumumkan pada penutupan konferensi setelah Yoneta mempresentasikan penelitian mengenai ketepatan dosis antibiotik pada neonatus dengan sepsis.

Dalam sesi presentasi oral, Jumat (7/8/2026) lalu, ia membawakan penelitian berjudul “Guideline-Based Dosing and Dosing-Interval Appropriateness of Gentamicin, Amikacin, and Vancomycin, and Association with Short-Term Clinical Stability in Neonates with Sepsis at an Indonesian Tertiary Referral Hospital.”

Penelitian ini merupakan kolaborasi Yoneta Srangenge bersama Yelly Oktavia Sari, Gestina Aliska, Suri Khairati Fitri, Farzana Zalda As-sajidah, Mareta Adelia Putri, Sherly Meilianti, dan Suzana Mustafa.

Kolaborasi tersebut melibatkan peneliti dari UNAND, RSUP Dr. M. Djamil Padang, Robert Gordon University Inggris, Universitas Airlangga, serta Hospital Raja Perempuan Zainab II, Kementerian Kesehatan Malaysia.

Studi tersebut mengevaluasi ketepatan dosis dan interval pemberian gentamisin, amikasin, dan vankomisin pada neonatus dengan sepsis di rumah sakit rujukan tersier di Indonesia. Ketiga antibiotik tersebut memiliki indeks terapi sempit sehingga ketepatan penggunaannya menjadi aspek penting dalam keamanan dan efektivitas terapi.

Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi kesesuaian dosis dan interval pemberian ketiga antibiotik. Amikasin tercatat memiliki ketidaksesuaian dosis paling besar dibandingkan rekomendasi pedoman. Sementara itu, pada gentamisin ditemukan hubungan antara ketepatan dosis dan luaran terapi secara keseluruhan.

Temuan ini menegaskan pentingnya evaluasi dosis dan dokumentasi klinis yang lebih ketat. Penelitian juga merekomendasikan pemanfaatan therapeutic drug monitoring dan clinical decision-support system apabila didukung kapasitas laboratorium dan pelayanan yang memadai.

Yoneta mengatakan ICHS 2026 tidak hanya menjadi ruang diseminasi penelitian, tetapi juga membuka kesempatan membangun jejaring akademik internasional.

“Penghargaan ini tentu sangat berarti, tetapi yang tidak kalah penting adalah kesempatan membawa hasil penelitian ke forum internasional, memperoleh masukan dari akademisi lain, dan membangun kolaborasi yang dapat terus dikembangkan setelah konferensi selesai,” ujarnya dalam keterangan Senin (10/8/2026).

Momentum tersebut turut menghasilkan peluang kolaborasi baru. Di sela konferensi, Yoneta berdiskusi dengan Prof. Dr. Hasniza Binti Zaman Huri dari Department of Clinical Pharmacy & Pharmacy Practice, Faculty of Pharmacy, Universiti Malaya. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan awal untuk menindaklanjuti kolaborasi penelitian antara peneliti UNAND dan Universiti Malaya.

“Prof. Hasniza menyambut baik pengembangan kolaborasi penelitian maupun kegiatan akademik lainnya. Kami berharap komunikasi yang telah terbangun dapat ditindaklanjuti menjadi penelitian bersama dan menghasilkan luaran akademik yang bermanfaat bagi kedua institusi,” kata Yoneta.

Yoneta merupakan satu dari tujuh dosen UNAND yang mengikuti ICHS 2026. Delegasi berasal dari Fakultas Farmasi, FMIPA, Fakultas Kedokteran, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Keperawatan, serta Fakultas Teknologi Pertanian.

Partisipasi delegasi UNAND didukung pendanaan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) atas nama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition (EQUITY) Universitas Andalas, berdasarkan Contract No. 4304/B3/DT.03.08/2025.

Keikutsertaan ini diharapkan memperluas diseminasi hasil penelitian UNAND, meningkatkan rekognisi akademik internasional, serta membuka peluang penelitian dan publikasi bersama dengan mitra global.(red)

Back to top button