Terdampak Banjir, 940 Mahasiswa IAIN Langsa Terima Bantuan Pendidikan Rp3,23 Miliar

PROKEPRI.COM, LANGSA – Sebanyak 940 mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa, Aceh, yang terdampak banjir, menerima bantuan pendidikan senilai Rp3,23 miliar.
Bantuan dari Kementerian Agama (Kemenag) tersebut diserahkan saat kunjungan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, ke IAIN Langsa baru-baru ini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Agama RI, Bapak Sekjen, Bapak Dirjen Pendis, Bapak Direktur Diktis dan seluruh pimpinan Kemenag RI atas atensi, motivasi dan perhatian selama ini,” kata Rektor IAIN Langsa Prof. Ismail dalam keterangan, Senin (21/9/2026).
Menurut Ismail, perhatian dan dukungan Kemenag terhadap mahasiswa serta pengembangan IAIN Langsa menjadi dorongan bagi kampus untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.
“Ini bukan sekadar soal datang. Kehadiran Bapak menjadi energi, motivasi, serta kekuatan optimistik bagi kami untuk terus melanjutkan ikhtiar peningkatan kualitas pendidikan,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno juga meresmikan Gedung Kuliah Terpadu yang dibangun melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti. Gedung tersebut menjadi bagian dari penguatan fasilitas pembelajaran IAIN Langsa, terutama di tengah perkembangan jumlah mahasiswa Pascasarjana.
Tak hanya itu, IAIN Langsa juga menerima izin operasional Program Doktor Studi Islam. Izin tersebut membuka jenjang pendidikan doktoral bagi masyarakat yang ingin memperdalam kajian keislaman di tingkat pendidikan tinggi.
Dimulainya program tersebut ditandai dengan pemotongan pita oleh jajaran pimpinan IAIN Langsa. Prosesi itu sekaligus menandai perkuliahan perdana mahasiswa angkatan pertama Program Doktor Studi Islam.
Ismail mengatakan pembukaan program doktoral mendapat respons tinggi dari masyarakat. IAIN Langsa, kata dia, telah menyiapkan akademisi dari berbagai perguruan tinggi untuk mendukung proses pembelajaran.
Dia berharap mahasiswa doktoral tidak sekadar mengejar gelar akademik, tetapi mampu meningkatkan kapasitas keilmuan dan memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
“Mahasiswa doktoral diharapkan tidak hanya menyelesaikan pendidikan untuk memperoleh gelar, tetapi juga menunjukkan perubahan dalam pola pikir, sikap, serta memberikan kontribusi di tempat pengabdian,”pungkasnya.(red)

One Comment