Refleksi dan Kolaborasi: Akhir KKN Mahasiswa STAIN SAR Kepri di Desa Bintan Bunyu

PROKEPRI,COM, BINTAN – Sebanyak 15 mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau resmi mengakhiri Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Bintan Buyu Dusun 1, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Senin (31/8/2026).
Berakhirnya masa KKN bukan sekadar penanda selesainya rangkaian kegiatan mahasiswa di tengah masyarakat, tetapi menjadi momentum untuk merefleksikan kontribusi sekaligus membuka ruang keberlanjutan kolaborasi.
Penjemputan 15 mahasiswa KKN berlangsung di Balai Desa Bintan Buyu Dusun 1 tersebut dihadiri Dosen Pendamping Lapangan (DPL) KKN, Maisarotil Husna, M.Ag., Kepala Dusun 1 Bintan Buyu, serta 15 mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan STAIN SAR Kepri.
Penjemputan tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa untuk berpamitan sekaligus menyampaikan refleksi atas berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan selama berada di Desa Bintan Buyu.
Kehadiran mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan program KKN, terutama dalam mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama proses perkuliahan.
Berbagai program yang dilaksanakan selama KKN diarahkan agar selaras dengan tema KKN serta visi dan misi Desa Bintan Buyu. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kehadiran mahasiswa tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memberikan manfaat yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan desa.
DPL KKN STAIN SAR Kepri, Maisarotil Husna, M.Ag., menyampaikan bahwa pelaksanaan KKN merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat dengan bobot empat SKS.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat sebanyak 4 SKS. Melalui KKN, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan teori dan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan sesuai dengan visi dan misi kampus serta tema KKN, sekaligus menyelaraskannya dengan visi dan misi Desa Bintan Buyu,” jelas Maisarotil.
Menurutnya, pengalaman selama berada di tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran mahasiswa. Interaksi langsung dengan masyarakat memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menguji pengetahuan akademik dalam konteks nyata sekaligus belajar memahami berbagai dinamika sosial yang tidak selalu ditemukan di ruang kelas.
Selain mengimplementasikan ilmu dan keterampilan, mahasiswa juga memperoleh pengalaman dalam membangun komunikasi, bekerja sama, menyusun program, serta menyesuaikan gagasan dengan kebutuhan masyarakat. Proses tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus keterampilan sosial dan profesional.
Pada kesempatan tersebut, mahasiswa berpamitan kepada perangkat Desa Bintan Buyu Dusun 1 setelah menyelesaikan rangkaian program KKN. Perangkat desa menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran serta kontribusi mahasiswa selama melaksanakan pengabdian di wilayah tersebut.
Bagi mahasiswa, berakhirnya masa KKN di Desa Bintan Buyu tidak berarti berakhirnya nilai pengabdian. Berbagai kreativitas, pengetahuan, dan pengalaman yang telah dibagikan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi bagian dari proses pembangunan desa.
Maisarotil Husna berharap mahasiswa mampu membawa pengalaman KKN tersebut ke dalam kehidupan akademik maupun sosial setelah kembali ke lingkungan kampus.
“Kami berharap mahasiswa mampu mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang dimiliki serta mendapatkan pengetahuan dan pengalaman selama melaksanakan KKN di Desa Bintan Buyu Dusun 1. Apa yang telah dikreasikan dan dilakukan mahasiswa semoga dapat memberikan manfaat bagi desa. Kami juga berharap silaturahmi dan kerja sama dengan Desa Bintan Buyu Dusun 1 dapat terus bersinergi ke depan, khususnya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” harapnya.
Harapan tersebut sekaligus membuka peluang bagi hubungan kelembagaan yang lebih berkelanjutan antara STAIN SAR Kepri dan Desa Bintan Buyu. Pengalaman KKN dapat menjadi pijakan awal untuk membangun kolaborasi yang lebih luas, tidak hanya dalam kegiatan pengabdian, tetapi juga melalui penelitian dan pengembangan program berbasis kebutuhan masyarakat.
Dengan demikian, penjemputan 15 mahasiswa KKN STAIN SAR Kepri di Desa Bintan Buyu menjadi penanda berakhirnya satu tahapan pengabdian sekaligus awal dari kemungkinan kerja sama yang lebih panjang.
Mahasiswa kembali ke kampus dengan membawa pengalaman, sementara masyarakat menerima jejak pengetahuan dan kreativitas yang diharapkan dapat terus memberikan manfaat.(yan)
