KEPRI

Batam-Bintan Blackout 13 Jam, Warga Ancam Aksi Massa Jika Tak Tuntas 2×24 Jam

Tokoh Masyarakat Kepulauan Riau, Andi Cori Patahudin. Foto prokepri/yan

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Wilayah Batam, Tanjungpinang, dan Kabupaten Bintan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengalami pemadaman listrik total (blackout) serentak sejak Senin (12/10/2026) pagi pukul 06.30 WIB hingga pukul 18.05 WIB malam.

Pemadaman mendadak selama hampir 13 jam di waktu sibuk tersebut memicu gelombang protes dari warga karena berdampak berantai pada lumpuhnya jaringan internet hingga pasokan air bersih PDAM.

Buruknya manajemen kelistrikan pada sistem interkoneksi Batam-Bintan ini mendapat kritik keras dari tokoh masyarakat Kepri, Andi Cori Patahudin. Ia menyayangkan sikap diam para kepala daerah, pemerintah, maupun PT PLN yang tidak memberikan kepastian kepada publik di tengah kerugian ekonomi yang meluas, khususnya di Batam sebagai pusat ekonomi nasional.

“Jadi ini sangat memalukan. Bobroknya managemen PLN ini rakyat yang dikorbankan. Banyak informasi yang kita dapat tentang alasan pemadaman ini, mulai dari suplly batu bara yang terhenti, ada pemeriksaanlah, ada korupsilah dan sebagainya. Rakyat tak butuh itu, karena negara yang mengambil alih tentang listrik dan air dan sebagainya. Jadi hal ini jangan rakyat dipancing, rakyat dipancing untuk melakukan tindakan-tindakan yang anarkis,”tegas Andi kepada media ini, Senin (12/10/2026).

“Ekonomi kita sudah seperti ini, ditambah pemadaman tanpa pemberitahuan semena-mena. Ada selebaran yang diumumkan di media, pemadaman tiga hari. Bisa bayangkan hampir 13 jam pemadaman yang dilakukan yang akan terjadi di Kepulauan Riau. Bagaimana di Batam sebagai pusat perekonomian di Indonesia. Sementara tiga hari kedepan harus berkorban. Saya bilang ini tidak ada keseimbangan dan punca masalah akibatnya fatal,”sambung Andi.

Ia juga menekankan, bahwa hal ini bukan hanya soal listrik sahaja, namun, semuanya berdampak, mulai dari internet hingga air PDAM.

“Lengkap mati semua, siapa yang bertanggungjawab?, tak ada yang bertanggungjawab, tak ada yang komentar. Kalau hanya omon-omon, baik DPRD dan pemerintah, kita bisa juga!. kita kasih warning 2 kali 24 jam paling lama. Jangan salahkan rakyat kita bergerak, kita bergerak di wilayah masing-masing, PLN Tanjungpinang tak berhak memadamkan mematikan listrik 13 jam. Yang mana, PLN punya daya sendiri, artinya punya daya cadangan, PLTD Sukaberenang dan di Batu 14. Jadi untuk ini, kita ga akan kasih ampun, 2 kali 24 jam tak tuntas, rakyat angkat bendera perang, agar Jakarta juga mendengarkan ini, kita tak akan main-main,” pungkas Andi.(yan)

Back to top button