KAMPUS

STAIN Kepri Tuan Rumah Temu Nasional Penjamin Mutu PTKI 2026

Kampus STAIN SAR Kepri. Foto dok SSK

PROKEPRI.COM, BINTAN – Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau bersiap menjadi tuan rumah Temu Nasional Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) ke-2 Tahun 2026.

Dikutip dari laman STAIN SAR Kepri, mengusung tema “Pilar Unggul 2026: Decoding the New Quality Era — Strategi LPM Menghadapi Regulasi Baru, Instrumen Akreditasi LAMGAMA, dan Akselerasi Institusi Unggul”, kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 14–16 Oktober 2026 di CK Tanjungpinang Hotel & Convention Centre, Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Temu nasional ini akan mempertemukan perwakilan dari 59 Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) dari berbagai wilayah di Indonesia.

Setiap perguruan tinggi akan mengirimkan delegasi yang mewakili unsur Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), meliputi ketua dan sekretaris LPM serta kepala pusat yang membidangi pengendalian mutu, kurikulum dan pembelajaran, serta akreditasi dan pemeringkatan sesuai struktur kelembagaan masing-masing.

Forum ini dirancang sebagai ruang strategis untuk menyamakan perspektif, memperkuat kapasitas kelembagaan, dan merumuskan langkah konkret dalam merespons perubahan kebijakan penjaminan mutu serta instrumen akreditasi. Salah satu agenda utamanya ialah penyusunan Buku Pilar Unggul yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik setiap perguruan tinggi untuk mendukung penguatan sistem penjaminan mutu secara berkelanjutan.

Sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan pemangku kebijakan telah disiapkan untuk memperkaya pembahasan. Pada sesi kebijakan mutu PTKI 2026, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A. akan membahas arah dan substansi Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 dan Nomor 10 Tahun 2026, termasuk implikasinya terhadap Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), kelembagaan LPM, dan tata kelola mutu perguruan tinggi.

Pembahasan mengenai kebijakan dan instrumen akreditasi LAMGAMA akan disampaikan Prof. Dr. As’aril Muhajir, M.Ag. Materi tersebut mencakup paradigma akreditasi, kriteria dan indikator penilaian, bukti kinerja, strategi pemenuhan instrumen, serta aspek-aspek yang perlu dipersiapkan perguruan tinggi dalam menghadapi proses akreditasi.

Sementara itu, strategi meraih dan mempertahankan status unggul dalam Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) PTKI akan disampaikan Dr. Ahmad Mahfud Arsyad, M.Ag., Kasubdit Kelembagaan dan Kerja Sama Direktorat PTKI, Ditjen Pendidikan Islam.

Selain pemaparan materi, peserta akan mengikuti diseminasi implementasi SPMI pada tingkat universitas dan fakultas berdasarkan regulasi terbaru serta diskusi komisi untuk merumuskan kerangka Pilar Unggul. Kerangka ini mencakup tujuh pilar utama, yaitu Tata Kelola dan Kepemimpinan Unggul, Keunggulan Akademik, Keunggulan Riset-PkM dan Inovasi, SDM Unggul, Mahasiswa dan Alumni Unggul, Internasionalisasi, serta Budaya Mutu Berkelanjutan.

Ketujuh pilar tersebut diarahkan untuk membangun sistem mutu yang terintegrasi, mulai dari penguatan SPMI berbasis PPEPP, digitalisasi tata kelola mutu, implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), peningkatan kualitas riset dan publikasi, hingga pengembangan kompetensi sumber daya manusia. Penguatan prestasi dan karier mahasiswa, internasionalisasi, serta pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI), Rapat Tinjauan Manajemen (RTM), dan benchmarking juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya mutu yang berkelanjutan.

Dalam persiapan penyelenggaraan, panitia turut mematangkan berbagai aspek teknis, termasuk koordinasi dengan pihak hotel, pengaturan kedatangan dan kepulangan delegasi, transportasi, serta kegiatan pendukung selama peserta berada di Kepulauan Riau. Alternatif teknis untuk kegiatan lapangan juga disiapkan dengan mempertimbangkan waktu, kondisi, dan kenyamanan peserta.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) STAIN SAR Kepri sekaligus Ketua Panitia Temu Nasional Penjaminan Mutu, Dr. Sukma Adi Perdana, M.Sc., menegaskan bahwa kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi forum pertukaran gagasan, tetapi juga menghasilkan strategi penguatan mutu yang dapat diterapkan secara nyata di setiap perguruan tinggi.

“Melalui temu nasional ini, kita berharap dapat membangun kesamaan perspektif mengenai arah penjaminan mutu PTKI sekaligus mendorong lahirnya strategi yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan dan karakteristik masing-masing perguruan tinggi,” tegasnya, Selasa (13/10/2026).

Editor: yn

Back to top button