Menanam Harapan di Edufarm: Kala Alumni Faterna UNAND Merajut Hijau Kaliandra dan Kontribusi Nyata

PROKEPRI.COM, PADANG – Pagi itu, Sabtu (17/10) kemaren, kawasan Edufarm Fakultas Peternakan Universitas Andalas (Faterna UNAND) tampak lebih cerah dari biasanya. Riuh rendah tawa dan sapa hangat memecah keheningan di area kampus yang asri. Ratusan alumni dari lintas angkatan berkumpul kembali ke rumah lama mereka. Namun, kepulangan mereka kali ini bukan sekadar nostalgia, melainkan membawa sebuah misi hijau untuk masa depan.
Dalam rangka merayakan Dies Natalis ke-63 Faterna UNAND, Dewan Pengurus Pusat Ikatan Alumni (DPP IKA) Faterna UNAND menggelar serangkaian aksi nyata. Dari penanaman ribuan bibit pohon, diskusi masa depan almamater, hingga pemberian beasiswa, semuanya dirajut dalam semangat peternakan yang berkelanjutan.
Tepat pukul 08.30 WIB, matahari mulai meninggi ketika ketukan cangkul pertama menandai dimulainya penanaman 1.500 bibit kaliandra (Calliandra calothyrsus). Aksi ini dipimpin langsung oleh Nurkhalis Dt. Bijo Dirajo, S.Pt., Ketua Umum DPP IKA Faterna UNAND yang juga mengemban amanah sebagai anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat.
Didampingi Ketua Senat Faterna UNAND, Prof. Dr. Ir. James Hellyward, dan Ketua Panitia, Dr. Qurrata Aini, S.Pt., M.P., suasana penanaman terasa begitu guyub. Dosen, mahasiswa, dan alumni bahu-membahu memasukkan bibit-bibit hijau itu ke dalam tanah subur Edufarm.
Pemilihan kaliandra bukanlah tanpa alasan. Tanaman ini adalah simbol keselarasan antara ekologi dan ekonomi. Sebagai tanaman leguminosa, daunnya adalah berkah berupa pakan berkualitas tinggi bagi ternak ruminansia.
“Daun kaliandra sangat baik untuk pakan ternak, sementara kayunya bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi biomassa,” ujar Nurkhalis di sela-sela kegiatannya.
Lebih dari itu, bunganya yang cantik adalah surga tersembunyi bagi lebah madu, sementara akarnya mampu mengikat nitrogen untuk menyuburkan tanah dan mencegah erosi di hulu sungai. Melalui pohon ini, alumni ingin menitipkan pesan agar masyarakat lebih produktif memanfaatkan sumber daya lokal sekaligus menjaga alam.
Langkah kaki para alumni kemudian berlanjut menuju ruang diskusi. Di bawah tajuk “Sinergitas Alumni dengan Fakultas Peternakan”, sebuah ruang dialog yang hangat tercipta. Di era di mana UNAND telah bertransformasi menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), alumni menyadari tantangan kampus ke depan semakin besar. Kontribusi tidak lagi bisa sekadar wacana, melainkan harus berbentuk aksi konkret untuk mendongkrak kualitas pendidikan dan inovasi peternakan.
Nostalgia semakin terasa nyata saat rombongan bergerak meninjau fasilitas Edufarm Faterna UNAND. Mereka melihat langsung geliat unit usaha praktis mahasiswa dan fakultas. Mulai dari area budidaya lebah Galo-galo, mencicipi kesegaran produk Faterna Milk, hingga melihat produktivitas unit usaha ayam petelur. Di tempat-tempat inilah, teori-teori di ruang kuliah mewujud menjadi bekal kewirausahaan yang nyata bagi para mahasiswa.
Hari yang produktif itu ditutup dengan momen penuh haru. Sebagai bentuk kepedulian terhadap adik-adik angkatan yang sedang berjuang menuntut ilmu, IKA Faterna UNAND menyalurkan beasiswa kepada lima mahasiswa berprestasi. Bantuan ini menjadi simbol estafet kepedulian yang terus dijaga dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Dies Natalis ke-63 bukan sekadar angka perayaan bagi Faterna UNAND. Lewat keringat yang menetes saat menanam kaliandra dan dukungan beasiswa yang diberikan, para alumni telah menegaskan kembali komitmen mereka, bahwa sejauh apa pun mereka melangkah pergi, hati dan kontribusi mereka akan selalu tertanam di almamater tercinta, demi peternakan Indonesia yang maju dan berkelanjutan.(r)
Editor: yn
