KEPRI

Rektor Umrah : Kalau Mundur, Berarti Saya Tidak Bertanggungjawab 

Rektor Umrah, Prof Syafsir Akhlus . Foto prokepri.com

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Rektor Umrah, Prof Syafsir Akhlus akhirnya angkat bicara terkait aksi demontrasi mahasiswa menuntut dirinya mundur dari jabatan. Mantan Pembantu Dekan Bidang Akademik FMIPA di ITS ini menegaskan, bahwa sebagai pimpinan tidak akan gentar sedikitpun dan siap bertanggungjawab.

“Kalau saya mundur berarti saya tidak bertanggung jawab sebagai pimpinan. Tentu saja, tapi tanggung jawab bagaimana? setiap tim itu memiliki tanggung jawab masing- masing,” kata Syafsir dihadapan media, Selasa (20/2/2018).

Syafsir menekankan, pada prinsinya dia sudah menjelaskan, sesuai apa yang menjadi tuntutan mahasisw pada tanggal 12 Februari kemaren.

“Sudah saya penuhi tuntutan itu. Namun, untuk balasan surat dari Gubernur dan Menteri belum ada balasannya. Kita membutuhkan waktu, permintaan mahasiswa setelah saya pelajari, kemudian saya penuhi. Khusus ini juga saya masih menunggu jawaban surat dari Gubernur dan Menteri,” ungkap alumni SMA Negeri 1 Tanjungpinang ini.

Terkait iklan permohonan maaf, sambung Syafsir, pihaknya belum pernah melakukannya secara nasional sesuai permintaan mahasiswa.

“Kita pasang iklan yang kira-kira terjangkau bagi kita dan akhirnya kita mengeluarkan iklan permintaan maaf di Media Republika,” terangnya kembali.

Alumnus ITB, Pasca Sarjana Kimia Fisika tersebut memastikan, bahwa mengenai transparansi keuangan sudah dilakukan rektorat dengan mengunggah laporan di website resmi Umrah.

“Saya sudah berkali- kali mengatakan mari kita serahkan kepada proses yang berlaku dan tidak usah berasumsi dan fakta persidangan yang berhak menetukan adalah Hakim dan saya akan bertanggung jawab sesuai yang diberikan kepada saya dan ini sudah masuk keranah hukum,” tegasnya menjawab fakta persidangan Kasus korusi Umrah yang saat ini ditangani oleh pengadilan negeri, dimana beberapa kali  namanya disebut.

Seperti diketahui, aksi demo yang dilakukan mahasiswa Umrah menuntut Rektor untuk mundur dan meminta maaf malalui media, tranparansi keuangan dan meminta mendatangkan Gubernur dan Menteri ke Umrah.(cr1)

Editor : YAN
Back to top button