Ansar-Nyanyang Terima Dokumen Masyarakat Dukung Pembangunan Museum dan Monumen Bahasa di Penyengat

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad dan Wakilnya Nyanyang Haris Pratamura menerima langsung dokumen dukungan pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional Indonesia dari tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat Pulau Penyengat di sela pelaksanaan Penyengat Heritage 2026 di Balai Adat Pulau Penyengat, Sabtu (20/6/2026) kemaren.
Dokumen dukungan tersebut diserahkan Ketua Lembaga Adat Melayu Provinsi Kepulauan Riau Dato’ Seri Setia Utama Raja Al Hafiz didampingi Dato’ Raja Malik Afrizal.
Penyerahan dokumen dukungan tersebut menjadi momentum penting yang menunjukkan kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, lembaga adat, tokoh agama, dan masyarakat dalam mewujudkan Pulau Penyengat sebagai pusat pelestarian sejarah bahasa Melayu sekaligus destinasi wisata budaya unggulan di Indonesia.
Ansar Ahmad menyampaikan bahwa pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional Indonesia di Pulau Penyengat saat ini telah memasuki tahap persiapan akhir. Berdasarkan hasil perhitungan dan review awal bersama BPKP, pemerintah menargetkan peletakan batu pertama atau groundbreaking dapat dilaksanakan pada awal Agustus 2026.
“Insyaallah setelah review awal oleh BPKP selesai, minggu pertama Agustus 2026 kita mulai groundbreaking pembangunan museum dan monumen bahasa ini,” ujar Ansar dalam keterangan resmi diambil Minggu (21/6/2026).
Menurutnya, pembangunan akan dilaksanakan melalui skema tahun jamak (multiyears) selama dua tahun, dengan target penyelesaian pada akhir 2027. Kehadiran museum dan monumen tersebut diharapkannya menjadi simbol pengakuan nasional terhadap kontribusi besar Pulau Penyengat dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.
“Insyaallah selesai pada akhir 2027 dan pada tahun 2028, bertepatan dengan 100 tahun Sumpah Pemuda, mudah-mudahan dapat diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia sebagai bukti sejarah bahwa pulau kecil ini telah memberikan sumbangsih yang sangat besar bagi persatuan dan kesatuan bangsa melalui bahasa Melayu,” kata Ansar.
Dia menegaskan bahwa jejak pemikiran Raja Ali Haji dan warisan kebahasaan Melayu telah mendapat pengakuan dunia. Bahkan, di Turkmenistan, ia menjelaskan bahwa negara tersebut membangun 24 patung tokoh sastrawan dunia dan salah satunya adalah Raja Ali Haji.
“Salah satu dari 24 tokoh sastrawan dunia yang dibuatkan patungnya di Turkmenistan adalah Raja Ali Haji. Ini menunjukkan bahwa tokoh kita telah diakui dunia,” ungkapnya.
Ansar juga mengungkapkan bahwa nama Pulau Penyengat semakin dikenal di tingkat internasional. Saat promosi pariwisata Bintan Resort di New York, Amerika Serikat, Pulau Penyengat menjadi salah satu destinasi yang banyak ditanyakan oleh calon wisatawan dan pelaku industri pariwisata.
“Karena itu kita harus terus mendorong agar Pulau Penyengat yang sebenarnya sudah mendunia ini menjadi semakin mendunia. Kita ingin warisan sejarah, budaya, dan bahasa yang lahir dari Pulau Penyengat semakin dikenal masyarakat nasional maupun internasional,” tutup Ansar.(i)
Editor: yn
