KEPRI

Damkar Batam Mampu Hasilkan Retribusi Rp450 Juta Per Tahun

Kadis Pemadaman Kebakaran dan Penanggulang Bencana kota batam Azman. Foto Prokepri.com/IRA.

PROKEPRI.COM, BATAM – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) menjadi oganisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Batam yang mampu menghasilkan retribusi. Empat tahun terakhir, retribusi yang diperoleh totalnya mencapai Rp450 juta per tahun.

“Retribusi itu dari pemeriksaan alat proteksi kebakaran pada bangunan gedung, baik itu perhotelan, mal dan kantor-kantor,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Batam, Azman, S,Sos, M,Si kepada PROKEPRI.COM di ruang kerjanya, Selasa (6/9) kemaren.

Sedangkan pada awalnya, lanjut Azman, Dinas Damkar hanya meraih pendapatan retribusi Rp68 juta per tahun. Kemudian naik jadi Rp150 juta, naik lagi menjadi Rp350 juta.

“Untuk saat ini retribusi yang kami kumpulkan mencapai Rp450 juta. Target selanjutnya retribusi dinaikkan Rp500 juta,” ungkapnya optimis.

Meski Minim personil dan pos Damkar, Azman mengatakan, Damkar dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kota Batam juga berhasil menoreh prestasi di tingkat nasional sebanyak dua kali di tahun 2017 ini.

“Dengan kondisi personil dan pos damkar yang minim, namun kita masih bisa menunjukkan prestasi di tingkat nasional. Keterbatasan tersebut diakui sering menimbulkan kendala di lapangan, namun tidak menyurutkan semangat personil untuk bekerja menjalankan tugas dan tanggung jawab di lapangan,” tutur Azman.

Menurut Azman, adapun prestasi yang ditorehkan tim Damkar Kota Batam di tingkat nasional itu adalah, juara kedua untuk kategori lomba hose layang pada ajang Competition Pemadam Kebakaran se Indonesia di Bumi Perkemahan Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur Februari lalu. Selain itu, kota Batam juga meraih peringkat kelima untuk kategori Ladder pitching pada ajang yang sama.

“Sedangkan untuk kategori lomba Hose Laying (tepat sasaran jinakkan api) di raih oleh Tim Damkar dari Kota Semarang, disusul juara ketia Kota Makkasat, posisi ke empat Kebumen dan posisi kelima Kota Depok,”ujarnya.

Dijelaskannya, sedangkan untuk kategori ladder pitching pada ajang yang sama, tim batam harus puas berada di peringkat lima besar nasional. Setelah kota Bogor, Bekasi, Palopo, dan Bandung. Sementara di kategori Hose Survival, kota Batam belum beruntung saat mengikuti ajang Skill Competition Pemadam Kebakaran se Indonesia yang dilaksana pada 27-28 Februari lalu.

” Skill Competition Pemadam Kebakaran kala itu diikuti 38 peserta dari sejumlah provinsi di Indonesia. Pak Wali kota (Batam) sangat mengapresiasi keberhasilan tim kita yang berhasil meraih prestasi pada ajang tersebut,”ungkap Azman.

Kembali ke damkar, menurut Azman keterbatasan tersebut acap kali menimbulkan kendala di lapangan, sebab fasilitas penunjang masih belum ideal dan berharap ada penambahan. Dijelas kannya, induk proteksi kebakaran untuk Kota Batam idealnya memiliki 36 pos dengan 700-an personel.

“Sementara Dinas Damkar Pemko hanya memiliki tiga pos, dan Damkar BP Batam ada enam pos. Total keseluruhan di Batam ada sembilan pos dan hanya 200-an personel. Untuk Dinas Damkar Pemko Batam hanya memiliki 86 personel, termasuk saya,”beber Azman.

Lebih jau ia menerangkan, tiga pos yang dimiliki Dinas Damkar terletak di Tembesi, Seipanas dan Kabil. Sedangkan pos milik BP Batam terletak di Batuampar, Sagulung, Kabil, Sekupang, Nongsa dan Duriangkang. Yang mana ungkap dia, pada masing-masing pos ada sepasang mobil untuk fire dan tangki. Dengan total armada yang dimilik 12 unit. Itu sudah termasuk tangki, fire, mobil besar, kecil, mobil rescue dan motor trail.

Meski belum ideal, tapi Azman mengatakan semangat pantang pulang sebelum padam tetap menjadi pegangan para petugas damkar. Selain menjadi petugas yang siap dipanggil 24 jam, Dinas Damkar memiliki program yang cenderung ke arah pencegahan.

“Kami tak hanya fokus ke pemadaman, tapi juga ke preventif. Kami turun ke masyarakat untuk sosialisasi alat pemadan api ringan, penggunaan kompor gas dan lain-lain. Sudah kita bicarakan ke Pak Wali, dan bahkan sudah diajukan ke pusat juga. Tahun ini sepertinya belum bisa, mungkin tahun depan,”harapnya.

PENULIS :IRA
EDITOR : YAN

Back to top button