Dapur Gizi Gratis Anambas Inn Setop Beroperasi Sementara Akibat Rumitnya Akses Akun Pencairan

PROKEPRI.COM, ANAMBAS – Aktivitas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Anambas Inn di Tarempa Barat, Kabupaten Kepulauan Anambas, terpaksa dihentikan sementara. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini terkendala akibat dana operasional yang sudah tersedia di sistem belum bisa dicairkan.
Persoalan ini dipicu oleh masalah akses akun pencairan dana yang rumit, bukan karena ketiadaan anggaran dari pusat.
Kepala SPPG Anambas Inn, Messy, mengungkapkan bahwa anggaran tersebut sudah tercatat masuk. Namun, pihak dapur belum bisa menyentuhnya untuk memenuhi kebutuhan operasional.
“Setiap satu bulan sekali memang harus ada perubahan data, email, dan password yang dilakukan oleh pihak yayasan,” ujar Messy, Selasa (29/9/2026).
Selaku kepala SPPG, Messy bertugas menyusun rincian kebutuhan dapur untuk satu hingga dua pekan ke depan, yang kemudian diajukan ke yayasan untuk disetujui via aplikasi. Akibat akses yang terkunci, dana tidak dapat ditarik dan operasional pun lumpuh.
Upaya penyelesaian masalah ini sebenarnya sudah berjalan sejak 8 September lalu. Messy langsung berkoordinasi dengan pihak terkait dan diminta melaporkan kendala tersebut ke email Badan Gizi Nasional (BGN).
Seluruh data penunjang mulai dari identitas dapur, virtual account, ID SPPG, kata sandi, hingga nama yayasan telah dikirimkan melalui WhatsApp dan email. Namun, proses verifikasi justru berjalan lambat karena diwarnai serangkaian permintaan perbaikan data yang membingungkan.
“Awalnya kami tidak tahu, lalu diinformasikan ada kesalahan input data. Katanya harus menggunakan logo BGN, bukan logo yayasan. Setelah kami ubah, muncul lagi permintaan perubahan pada berita acara verifikasi dan validasi (BA verval) serta data lainnya. Bahkan, aturan logonya berubah lagi diminta balik menggunakan logo yayasan. Itu semua sudah saya penuhi,” beber Messy.
Meski sempat mendapat kabar bahwa data mereka telah disetujui (approved) sekitar tanggal 10 atau 13 September, dana operasional tetap tidak kunjung cair. Pihak pusat meminta mereka untuk kembali menunggu tanpa kepastian waktu yang jelas.
Ketidakpastian ini membuat manajemen dapur SPPG Anambas Inn kelabakan. Messy menegaskan bahwa kejelasan waktu pencairan sangat krusial agar dapur bisa kembali mengepul. Saat ini, pihak terkait hanya meminta yayasan untuk terus berkoordinasi dan mendorong penyelesaian kasus ini ke tingkat pusat.
Menariknya, kendala sistem ini ternyata tidak hanya menimpa SPPG Anambas Inn. Menurut Messy, beberapa dapur program MBG di wilayah lain juga mengalami nasib serupa, terutama terkait masalah perubahan data dan pengaturan ulang (reset) nomor telepon pada akun pencairan.
Messy berharap gangguan administrasi dan sinkronisasi sistem ini bisa segera dibenahi oleh pihak-pihak terkait. “Intinya, sebenarnya dananya ada. Cuma tidak bisa dikeluarkan karena kendala (sistem) tersebut,” pungkasnya.(agussuradi)
Editor: yn
