Gubernur Kepri Diminta Mundur Dari Jabatan
Diduga Mempolitisir Hasil Penerimaan Beasiswa 2017

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Diduga mempolitisir hasil penerima beasiswa umum dan kemitraan APBD 2017, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun diminta mundur dari jabatannya.
“Kami meminta Gubernur Kepri mundur dari jabatannya. Kami menduga pak Gubernur mempolitisir hasil penerima beasiswa umum dan kemitraan APBD 2017,” kata Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Tanjungpinang-Bintan, Jasman dalam pernyataan sikap di aksi demontrasi didepan kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri, Selasa (12/12/2017).
Jasman menilai, program beasiswa tahun ini tidak transparan. Hal itu, menurutnya, karena proses penjaringan berkas persyaratannya tidak sesuai aturan ditetapkan serta banyak nama-nama mahasiswa ganda mendapat beasiswa.
“Peryataan sikap kami meminta Tim Panitia Seleksi Beasiswa APBD 2017 membuka, mempublikasikan indikator penilaian seluruh berkas calon peserta penerima beasiswa umum dan kemitraan itu,” teriak Jasman.
Jasman juga mendesak Disdik Kepri membatalkan hasil seleksi verifikasi pengumuman beasiswa umum dan kemitraan APBD 2017. Hal ini ia anggap terindikasi banyak nama-nama yang ganda dan terkesan tidak mencerminkan asas keadilan.
Selain itu, Jasman juga menuntut aparat penegak hukum untuk memproses Arifin Nasir selaku kepala Disdik Kepri dan Sumantri Hardi selaku PPTK dalam penerimaan beasiswa tahun 2017 ini.
“Kami menduga penerimaan beasiswa tidak berdasar dan tidak sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan,” tutup Jasman.
Pantauan dilapangan, aksi demontrasi mahasiswa mendapat pengawalan dari aparat kepolisian. Para pendemo juga bawa spanduk bertuliskan meminta mencopot kepala Disdik Kepri.
Dalam aksi demo menyikapi permasalahan beasiswa jalur prestasi maupun jalur tidak mampu Provinsi Kepri ini, mahasiswa juga melakukan pembakaran ban.
Reporter : AMRY
Editor : YAN
