OPINI

Kepri di Mata Para Menteri

Oleh: Suyono Saeran, Staf Khusus Gubernur Kepri

Suyono Saeran. Foto dok prokepri

PROKEPRI.COM, OPINI – Beberapa bulan belakangan ini Provinsi Kepulauan Riau sering dikunjungi oleh para Menteri dari Jakarta. Dari frekuensi seringnya kunjungan yang dilakukan oleh para pembantu Presiden Prabowo ini menandakan Provinsi Kepri merupakan daerah penting yang perlu perhatian nasional.

Di sisi lain, seringnya kunjungan Menteri ke daerah juga tidak terlepas peran aktif Kepala Daerah yang melakukan loby agar para pejabat pusat tersebut turun ke daerahnya. Tujuannya tentu agar daerahnya dapat porsi perhatian lebih sehingga program pembangunan yang direncanakan bisa sukses karena dapat bantuan lebih dari pemerintah pusat.

Tetapi suatu hal yang perlu dicermati kunjungan kerja yang dilakukan oleh para Menteri ke daerah merupakan bagian integral dari tugas pemerintahan dan biasanya didasarkan pada kebutuhan spesifik kementerian, prioritas pembangunan, atau bisa juga karena arahan langsung dari Presiden. Namun secara keseluruhan, tidak ada jadwal tetap yang mengatur “seberapa sering” para menteri harus berkunjung. Kunjungan-kunjungan tersebut memang dilakukan secara dinamis dan terfokus sesuai dengan tuntutan dan prioritas kerja di kementerian masing-masing

Kepulauan Riau patut bersyukur karena meskipun posisinya berada di ujung negeri namun intesitas kunjungan bisa dibilang cukup sering. Yang paling anyar adalah kunjungan Menteri Koordinator Biang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudoyono (AHY) ke Anambas untuk meresmikan pelabuhan Kuala Maras.

Selama di Anambas, seperti kesan menteri-menteri lainnya, AHY memberikan kesan sangat positif terhadap sambutan yang diterimanya selama di Kepulauan Riau.

“Kepri ini cukup bagus dan indah. Tidak hanya alamnya tetapi juga kesantunan kepala daerah dan masyarakatnya,” kata AHY ketika berdiskusi dengan Gubernur.

Bagi kita masyarakat awam tentu sangat berharap kunjungan para pembesar ini bukan sekedar seremonial tetapi ada program yang digelontorkan dengan anggaran cukup besar sehingga dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Apa lagi kondisi daerah yang sedang efisiensi seperti sekarang ini. Dengan kondisi APBD yang kembang kempis, uluran pemerintah pusat melalui program dan kegiatan laksana oase di tengah gurun pasir.

Untuk itu banyak Gubernur, Bupati dan Walikota yang ‘merayu’ para menteri untuk turun ke daerahnya. Mereka tentu sangat berharap, para menteri itu turun dengan tidak tangan kosong. Tetapi membawa oleh-oleh kegiatan yang bisa dilaksanakan di daerahnya.

Sebagai konsekuensi daerah yang sering dikunjungi pejabat dari pusat memang harus siap segalanya. Siap mental iya. Siap perencanaan dari program apa lagi! Karena pemerintah pusat itu maunya beres. Tidak ada konflik dan tidak ada masalah.

Karena itu kalau mau oleh-oleh program dan kegiatan dari para tuan menteri yang berkunjung, siapkan perencanaannya, DED nya dan kondisi lapangan yang clear and clean. Kalau oleh-oleh programnya dilaksanakan dengan bagus, tidak ada persoalan hukum dan hasilnya diapresiasi oleh semua pihak, biasanya tahun berikutnya akan ditambah lagi kado spesial dari para menteri itu.

Kepala daerah yang cerdas biasanya pintar membaca gesture para menteri ini.***

Back to top button