KAMPUS

Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan Ajak Mahasiswa Kritis dan Cerdas

Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan menyampaikan sambutan saat pembukaan Pelatihan Instruktur Dasar (PID) Regional Kepulauan Riau Tahun 2026 yang digelar oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Aula Ibnu Sina, Batam, Kamis (15/10/2026) malam lalu. Foto dprd kepri

PROKEPRI.COM, BATAM – Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan mengajak para mahasiswa untuk bersikap kritis dan cerdas dalam memahami berbagai program strategis pemerintah, seperti Asta Cita prioritas Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan pemenuhan kebutuhan mendasar masyarakat.

“Mahasiswa tidak boleh hanya membaca berita setengah-setengah. Harus tuntas dan memahami output serta tujuannya. Sebagai daerah maritim strategis yang 96 persen wilayahnya adalah lautan, potensi Kepri di bidang kelautan, perikanan, dan pariwisata sangat besar. Jangan sampai anak muda hanya menjadi penonton di rumah sendiri,”Kata Iman dalam keterangan tertulis saat pembukaan Pelatihan Instruktur Dasar (PID) Regional Kepulauan Riau Tahun 2026 yang digelar oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Aula Ibnu Sina, Batam, Kamis (15/10/2026) malam lalu.

Iman menekankan, pentingnya peran strategis pemuda dan mahasiswa sebagai motor penggerak pembangunan bangsa, serta mengingatkan agar iklim keterbukaan informasi dan kebebasan berpendapat saat ini dimanfaatkan secara bertanggung jawab melalui kritik yang konstruktif dan berbasis data.

“Pemerintah sama sekali tidak anti-kritik. Namun, sebagai mahasiswa mahasiswi terpelajar, kritik terhadap daerah maupun bangsa harus disampaikan dengan semangat membangun, didukung data, kajian yang matang, serta menawarkan solusi konkret,”sambungnya.

Ketua DPD Partai Gerindra Kepri ini juga menyoroti rekam jejak sejarah Indonesia yang membuktikan bahwa perubahan besar senantiasa dipelopori oleh generasi muda, mulai dari era perjuangan kemerdekaan, Sumpah Pemuda, hingga Gerakan Reformasi 1998.

Iman menilai tantangan generasi muda saat ini telah bergeser. Jika pejuang terdahulu mengandalkan fisik untuk merebut kemerdekaan, pemuda masa kini dituntut berjuang melawan kemiskinan, kebodohan, ketidakadilan, korupsi, serta berbagai hambatan pembangunan lainnya.(red)

Back to top button