Kodim 0316/Batam Gagalkan Penyelundupan Barang Pangan di Pelabuhan Tanjung Sengkuang Batu Ampar

PROKEPRI.COM, BATAM – Komando Distrik Militer (Kodim) 0316/Batam berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sejumlah besar kebutuhan pokok di kawasan pelabuhan Rakyat Tanjung Sengkuang, Batuampar, Selasa (25/11/2025).
Keberhasilan itu terungkap setelah adanya laporan melalui kanal Lapor Pak Amran (Menteri Pertanian) pada Senin (24/11/2025) malam, mengenai aktivitas mencurigakan di Pelabuhan tersebut.
Penggagalan penyelundupan tersebut dilaporkan langsung kepafa Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melalui pertemuan virtual Zoom dari Pelabuhan Rakyat Tanjung Sengkuang, Batuampar.
Pertemuan itu dihadiri Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dan Mentan RI, Andi Amran Sulaiman.
Turut hadir dalam agenda tersebut Dandim 0316/Batam Letkol Arh Yan Eka Putra, Asisten Potensi Maritim (Aspotmar) Danlantamal IV Letkol Laut (KH) Irfan Hasibuan, Asisten Intelijen Danguskamla Koarmada I Letkol Laut (P) Harwoko Aji, Wakapolresta Barelang AKBP Fadli, Kepala Bea Cukai Batam Zaky, serta Kapolsek Batuampar Kompol Amru.
Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain 4,5 ton gula pasir, 2,04 ton minyak goreng, 600 kilogram tepung terigu, 900 liter susu, produk parfum impor, mi instan impor, hingga makanan beku (frozen food).
Seluruh barang diduga akan dikirim ke Tanjungbalai Karimun tanpa dokumen resmi, termasuk tanpa izin kapal maupun manifes yang sah.
Amsakar menyampaikan bahwa keberhasilan penggagalan penyelundupan ini harus menjadi momentum memperkuat kebijakan nasional dalam melindungi petani dan menjaga stabilitas pangan di daerah.
“Upaya-upaya yang telah dilakukan untuk mendorong ketahanan pangan dan kesejahteraan petani perlu terus diperkuat. Bagaimana agar kebijakan nasional dalam melindungi petani bisa di-follow up di semua level pemerintahan,” ujar Amsakar.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar Batam dan daerah lainnya dapat mempercepat terwujudnya swasembada pangan tanpa ketergantungan pada barang impor, terutama komoditas strategis.
“Harapan kita, swasembada pangan tidak lagi dipengaruhi oleh barang-barang dari luar. Kami di daerah terus berkoordinasi agar apa yang ditemukan hari ini dapat ditindaklanjuti sesuai regulasi dan secara tegas,” tambahnya.(wan)
Editor: yn
