KPK ‘Obok-Obok’ Kantor Dishub Kepri

Dapat Satu Koper Dokumen

Suasana tim KPK menggeledah kantor Dishub Kepri di Jalan RH Fisabilillah, Tanjungpinang, Selasa (23/7). Foto Prokepri/Sueb.

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Jajaran Tim Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) di Jalan RH Fisabilillah Kilometer 5, Tanjungpinang, Selasa (23/7). Hasilnya, KPK mendapatkan satu koper dokumen.

Penggeledahan ini berkaitan dengan kasus dugaan suap reklamasi di Batam yang menyeret Gubernur Kepri non aktif Nurdin Basirun (tersangka), Edi Sofian Kepala DKP Kepri, Budi Hartanto Kabid Tangkap DKP Kepri serta Abu Bakar dari pihak swasta belum lama ini.

Pantauan dilapangan, lebih kurang dua jam, tim anti rasuah tersebut menyisir kantor Dishub Kepri termasuk ruangan Kepala Dinas (Kadis) bernama, Jumhur Ismail. Tak ketinggalan, ruangan para Kepala Bidang (Kabid) juga digeledah.

Selain melakukan penggeledahan di Kantor Dishub Kepri, tim KPK juga melakukan penggeledahan di Rumah pihak swasta bernama Kock Meng.

Rumah pejabat protokol Gubernur Kepri, Rumah Pribadi Budi Hartono plus rumah pribadi Nurdin Basirun di Kabupaten Karimun juga ikut digeledah.

Sebelumnya, KPK resmi menetapkan Gubernur Kepri non aktif, H Nurdin Basirun sebagai tersangka dugaan kasus suap pemberiaan izin lokasi untuk rencana reklamasi.

Nurdin terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada Rabu (10/7) lalu.

Terjaringnya mantan Bupati Karimun ini, juga menyeret enam orang lainnya yang diduga terdiri dari unsur kepala daerah, kepala dinas dan swasta.

KPK juga berhasil mengamankan uang pecahan dolar Singapura sebanyak SGD 6.000.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah membenarkan OTT Gubernur Kepri, Nurdin Basirun tersebut.

Dia memastikan, ada enam orang yang diamankan.

“Enam orang dibawa,” kata Febri, Rabu (10/7) kemaren.

Febri tidak menjelaskan secara detail kasus OTT tersebut. Ia hanya mengungkapkan, bahwa keenam orang itu dibawa ke Polres Tanjungpinang untuk diperiksa lebih lanjut.

“(Dibawa) ke Polres Tanjungpinang,” ucapnya.

Seperti diketahui, Gubernur Kepri Nurdin Basirun mempunyai total harta kekayaan kurang lebih Rp 5,8 miliar.

Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara yang dimuat di situs e-LHKPN KPK, Kamis (11/7/2019).

Nurdin terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 29 Mei 2018 untuk periode kekayaan 2017.

Nurdin memiliki harta berupa tanah dan bangunan senilai Rp 4.461.428.564.

Berikut ini perincian harta tanah dan bangunannya:

1. Tanah dan bangunan seluas 128m2/122m2 di Karimun, hasil sendiri Rp 200.000.000
2. Tanah seluas 4.520m2 di Karimun, hasil sendiri Rp 253.000.000
3.Tanah dan bangunan seluas 1.850m2/539 m2 di Karimun, hasil sendiri Rp 1.912.878.564
4. Tanah seluas 1.290m2 di Karimun, hasil sendiri Rp 64.500.000
5. Tanah Seluas 4.152 m2 di Karimun, hasil sendiri Rp 830.400.000
6. Tanah Seluas 3.356 m2 di Karimun, hasil sendiri Rp 167.800.000
7.Tanah Seluas 9.637 m2 di Karimun, hasil sendiri Rp 481.850.000
8. Tanah Seluas 7.332 m2 di Karimun, hasil sendiri Rp 366.600.000
9. Tanah Seluas 1.686 m2 di Karimun, hasil sendiri Rp 84.300.000
10.Tanah Seluas 2.002 m2 di Karimun, hasil sendiri Rp 100.100.000

Selain itu, Nurdin memiliki harta berupa alat transportasi yakni Honda CR-V JEEP Tahun 2005 senilai Rp 180.000.000, Toyota New Camry 2011 Rp 80.000.000 dan Honda CRV tahun 2012 Rp 110.000.000.

Nurdin Basirun mempunyai harta bergerak lainnya senilai Rp 460.000.000 dan kas dan setara kas Rp 581.691.952.

Nurdin Basirun tercatat tidak memiliki utang. Total harta kekayaan Nurdin Rp 5.873.120.516.(sueb)

Editor : YAN

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.