KEPRI

Mahasiswa Tambelan Datangi Pemprov Tanyakan Kejelasan Bantuan Bencana Dari Gubernur

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Tambelan, Zulkarnain (kiri) bersama rekannya, usai diskusi di Ruang Rapat Sekda Kepri, Lantai 3 Gedung A Kantor Gubernur Kepri, Rabu (31/1/2018). Foto Prokepri.com/MASRUN.

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Tambelan, Kabupaten Bintan mendatangi kantor Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri di Pulau Dompak, Tanjungpinang, Rabu (31/1/2018) siang. Tujuannya mereka mempertanyakan kejelasan bantuan bencana dari Gubernur, H Nurdin Basirun, yang hingga kini dikabarkan belum disalurkan.

Pantuan dilapangan, mahasiswa itu disambut Asisten 3 Pemprov didampingi Kepala Dinas Sosial Kepri sembari diarahkan keruang gedung A, kantor gubernur yang berada di lantai 3. Diskusipun terjadi hingga terdengar diluar ruangan yang tampak tidak begitu luas.

Karena tertutup, jurnalis media ini dilarang masuk kedalam untuk melakukan tugas peliputan.

Usai berdialog, Zulkarnain, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Tambelan menerangkan, kedatangan mereka ke kantor gubernur tersebut untuk mempertanyakan kejelasan bantuan bencana dari Gubernur, Nurdin Basirun kepada 118 Kepala Keluarga (KK) warga Kecamatan Tambelan, korban banjir dan longsor pada Minggu (14/1/2018) lalu.

“Kami pada saat membaca salah satu surat kabar, belum mendapatkan informasi yang jelas apakah Pemrov ini membantu Tambelan atau tidak. Tapi yang kami dapatkan informasi baru, itu dari Pemkab Bintan,” ungkapnya kepada prokepri.com usai dengar pendapat tepat pukul 11.30 WIB.

Awalnya, sambung Zulkarnain, ia bersama rekan-rekannya hanya ingin menemui Gubernur langsung yang memiliki kewenangan penuh dalam memberikan perhatian, bantuan terhadap masyarakat di Tambelan.

“Jadi pada hari ini kami datang ke Pemrov untuk berjumpa dengan bapak Gubernur. Namun berhalangan hadir, jadi diwakilkan oleh bapak Asisten III dan Kepala Dinas Sosial di dalam Ruang Rapat Sekda,” terangnya.

Zulkarnain menuturkan, hasil dari pertemuan, Pemrov memastikan sudah memberikan bantuan dan perhatiannya kepada warga Tambelan. Bantuan yang diberikan, lanjutnya, berupa Sembako maupun barang-barang keperluan warga setempat.

“Setelah kami berjumpa dengan pihak pemrov, ternyata bantuan itu sudah disalurkan melalui Kabupaten Bintan,” sebutnya lagi.

Lebih lanjut ia menerangkan, sekitar 30 mahasiswa-mahasiswi asal Tambelan turun ke lapangan melakukan proses evakuasi puing-puing bangunan rumah-rumah warga yang bercampur dengan tanah (lumpur) akibat terjangan banjir dan tanah longsor beberapa waktu lalu.

Menurut Zulkarnain, ada lima desa yang terendam banjir dan longsor, yakni Desa Teluk Sekuni dihuni sekitar 13 KK, Desa Batu Lepuk sekitar 70 KK, kemudian Desa Kampung Melayu sekitar 30 KK, Desa Kampung Hilir sekitar empat KK dan Desa Kukup satu KK.

“Kecamatan Tambelan ada 8 desa, tiga desanya terpisah dari pulau Tambelan dan lima desanya di pulau daratan Tambelan tersebut,” tutupnya.

Sementara itu, Asisten 3 dan Kepala Dinas Sosial Kepri saat hendak dikonfirmasi, tidak dapat ditemui.

Penulis : MASRUN
Editor : YAN

Back to top button