Pembangunan Rekontruksi Pelantar 2 Tanjungpinang Dimulai

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Pembangunan Pelantar 2 Tanjungpinang dipastikan telah dimulai pada Kamis (18/9/2025).
Proses rekontruksi lokasi yang menjadi akses vital di Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ini, ditandai dengan pengeboran pembuatan pondasi.
“Pembangunan pelantar ini judulnya pelantar, tapi sebenarnya konstruksinya setara dengan jembatan beton di atas air. Nantinya bisa menahan beban kendaraan dengan Muatan Sumbu Terberat (MST) 12 sampai 15 ton,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP) Provinsi Kepri, Rodi Yantari, Jumat (19/9/2025).
Rodi mengungkapkan bahwa ia turun langsung meninjau jalannya proses awal rekonstruksi itu.
Dia menjelaskan, bahwa metode yang digunakan dalam pembangunan ini adalah pondasi bore pile dengan full casing, dengan kedalaman mencapai 18 hingga 20 meter.
Pelantar 2 yang memiliki panjang sekitar 200 meter ini dirancang menggunakan spesifikasi sesuai standar Bina Marga. Ketebalan plat lantai mencapai 20-25 sentimeter, dengan tulangan baja berdiameter 16-19 milimeter.
Rodi menambahkan, penggunaan bore pile dipilih karena lebih aman bagi bangunan sekitar, mengingat lokasi konstruksi berada di tengah kawasan pertokoan.
“Kalau dipancang, getarannya bisa merusak ruko-ruko di kiri kanan. Dengan bore pile, pekerjaan lebih aman dan minim dampak,” jelasnya.
Pelantar 2 berfungsi sebagai jalur distribusi utama dari Pelabuhan Kuala Riau menuju pusat kota dan kawasan lain di Tanjungpinang. Setiap harinya, jalur ini dilalui kendaraan sarat muatan untuk aktivitas bongkar muat barang.
“Target kami sebelum akhir tahun 2025 sudah bisa difungsikan. Untuk itu kami mohon masyarakat memaklumi bila selama proses ada gangguan lalu lintas dan aktivitas sekitar,”sambung Rodi.(jp)
Editor: yn
