KEPRINATUNA

Polres Natuna Razia Sejumlah Lokasi di Ranai

Razia miras di Kota Ranai, Rabu malam. foto istimewa

PROKEPRI.COM, NATUNA РMenyikapi perintah Wakapolri Komben Pol Syafruddin mengungkap kasus minuman keras (miras) oploson hingga ke akar-akarnya, Polres Natuna tadi malam, di Kota Ranai, menggelar operasi cipta kondisi dalam rangka pemberantasan miras oplosan di wilayah hukum POlres Natuna.

Personil gabungan satuan terdiri dari anggota Polres Natuna, Polsek Bunguran Timur, dan Satpol PP Pemkab Natuna sebelum ke lapangan, diapelkan dahulu di Mapolsek Bunguran Timur, Rabu (25/4/2018), sekitar pukul 21.00 WIB dipimpin Kabag Ops Polres Natuna Kompol Elfizar, didampingi Kapolsek Bunguran Timur Kompol M. Sibarani, Kasat Reskrim Polres Natuna AKP Edy Wiyanto dan Kasi Pengawasan Polres Natuna Ipda Impor Wake.

“Dalam Cipkon (cipta kondisi) ini, kita menurunkan 40 personil, sasaran atau target cipta kondisi yaitu; miras oplosan, minuman bear dan narkoba,”kata Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto melalui Kasat Reskrim Polres Natuna AKP Edy Wiyanto, kepada prokepri.com, Kamis (26/4/2018) pagi.

Dijelaskannya, ada sejumlah lokasi yang menjadi sasaran, diantaranya; kios batu kapal milik Sihombing (62), namun tidak ditemukan miras oplosan disana. Sasaran berikutnya, warung Siahaan (45), di Batu Kapal, Kelurahan Ranai, juga tidak di temukan miras.

“Tapi ketika kita merazia warung Sudirman milik Pandu Wira Zenata (35), di jalan Air Payang RT02/RW 02, Kecamatan Bunguran Timur, kita menemukan minuman arak sebanyak 19 botol, minuman mastes 3 kes dan minuman heineken 1 kes. Selanjutnya barang bukti (BB) yang ditemukan kita bawa dan pemilik warung dibawa ke Polsek Bunguran Timur untuk dimintai keterangan,”ujar perwira melati tiga dipundak yang murah senyum ini.

Ia menambahkan, kegiatan cipta kondisi dimulai dari pukul 21.00 WIB hingga pukul 22.30 WIB. “Selama kegiatan berlangsung situasi terdapat aman dan terkendali,”tutupnya.

Sebelumnya dikutip dari merdeka.com, Wakapolri Komjen Pol Syafruddin mengatakan sudah melakukan kerja sama dengan para tokoh masyarakat untuk memberantas narkoba, terutama minuman keras (Miras) oplosan. Hal itu dilakukan agar tak ada lagi korban yang meninggal akibat menenggak miras oplosan.

“Miras-miras sudah sekarang sudah, semua tokoh sudah semangat setelah saya ultimatum bahwa segera selesaikan saya kasih target waktu sebelum bulan Ramadan,” kata Syafruddin usai melakukan olahraga bersama atlet Asean Games di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Minggu (15/4).

Ultimatum yang dilakukan oleh dirinya karena dia tak mau selama umat muslim menjalankan ibadah Puasa terganggu dengan adanya miras oplosan yang bisa mematikan. “Kenapa demikian karena nanti mengganggu ya orang mau beribadah terus ada isu miras, bulan Ramadan isinya agama semua ya, isunya-isinya rohani, isu kita dalam menjalankan ibadah yang khusus bagi umat Islam,” ujarnya.

Orang nomor dua di Polri itu menginstruksikan aparat kepolisian mengungkap kasus miras oplosan hingga ke akar-akarnya. Ia mengaku geram dengan peredaran miras oplosan yang telah merenggut puluhan nyawa.

“Ungkap sampai ke akar-akarnya, sampai otaknya, sampai dalangnya, pelakunya, distributornya, yang pengaruhi, yang punya pikiran, yang punya skenario dan sebagainya,” ujar Syafruddin.

Jenderal bintang tiga itu juga meminta agar para pelaku dijatuhi hukuman berat. “Koordinasikan dengan jajaran penegak hukum lainnya, jaksa dan pengadilan. Berikan hukuman putusan pengadilan yang maksimal. Tak ada toleransi,” tegas Syafruddin. (/indr@)

Editor : INDRA H

Back to top button