KEPRI

MTQH ke-XIX 2025 Kota Tanjungpinang Akan Digelar 21-25 April

Wakil Walikota Tanjungpinang, Raja Ariza.

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Pemerintah Kota (Pemko) dipastikan akan menggelar Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) ke-XIX tingkat Kota Tanjungpinang tahun 2025 pada tanggal 21 hingga 25 April mendatang.

“Dipusatkan di Melayu Square, Jalan Hang Tuah, Kelurahan Tanjungpinang Kota sebagai arena utama,”kata Wakil Walikota Tanjungpinang, Raja Ariza dalam keterangannya, Kamis (10/4/2025).

Ariza menegaskan bahwa MTQH adalah kegiatan keagamaan yang memiliki makna besar, tidak hanya sebagai ajang perlombaan, tetapi juga sebagai momen untuk memperkuat karakter religius dan nilai-nilai Qur’ani di tengah masyarakat.

“MTQH bukan sekadar lomba, tetapi bentuk nyata dari upaya kita membina generasi Qur’ani dan menjaga tradisi Islam yang sudah mengakar. Maka penyelenggaraannya harus dilakukan dengan tertib, terarah, dan penuh semangat kebersamaan dan Pawai Ta’aruf ini juga bukan hanya seremonial, tapi juga wujud kebersamaan dan semangat syiar Islam di tengah masyarakat,”tegasnya.

Ariza juga memberikan perhatian khusus terhadap kemudahan akses dan efisiensi teknis dalam pelaksanaan kegiatan MTQH nanti.

“Kita harus pastikan semua akses mudah; layout acara jelas, kelistrikan aman, fasilitas umum tersedia dan memadai. Jangan sampai acara berlangsung terlalu lama atau melelahkan peserta. Jika ada hal yang bisa kita permudah, mari kita permudah, demi kelancaran dan kenyamanan semua pihak,”pintanya.

Sebagai pembuka kegiatan, Pawai Ta’aruf akan digelar secara meriah dengan melibatkan seluruh kecamatan dan peserta dari berbagai kafilah. Rute pawai akan dimulai dari Jalan H. Agus Salim dan berakhir di Melayu Square, lokasi utama kegiatan MTQH.

Beberapa cabang direncanakan akan digelar di Hotel Bintan Plaza, seperti cabang Fahmil, Syarhil, Khattil, KTIQ, dan Hadist.

Namun, Ariza menegaskan, bahwa lokasi tersebut akan dievaluasi kembali karena jaraknya yang cukup jauh dari arena utama, guna menjaga efisiensi dan kemudahan mobilitas peserta, panitia, dan masyarakat.

“Kita evaluasi lagi lokasi-lokasi yang terlalu jauh. Jika bisa dialihkan ke tempat yang lebih dekat dari arena utama, itu tentu akan lebih efektif dan memudahkan kita semua,”tutupnya.(mfz)

Editor: yn

Back to top button