KEPRI

Dirut BUMD Pinang Tanggapi Keluhan Kemalingan Pedagang Pasar Baru I

Plt Direktur Utama BUMD Tanjungpinang Zondervan. Foto istimewa.

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Plt Direktur Utama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Tanjungpinang Makmur Bersama, Zondervan akhirnya menanggapi keluhan pedagang Pasar Baru I terkait permasalahan seringnya terjadi kemalingan yang saat ini menjadi keresahan mereka.

“Saya akui pintu-pintu di pasar baru I ini banyak yang rusak, mulai dari pintu besar dan kecil. Hal ini sebabkan rawannya terjadi kemalingan. Untuk itu, kita sudah menganggarkan perbaikannya nanti di akhir November atau paling lambat awal Desember tahun ini,” kata Zondervan saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (15/11/2017).

Zondervan menerangkan, pihaknya akan berupaya maksimal memberikan fasilitas yang memadai dan menunjang baik dari segi kenyamanan dan keamanan kedepan.

“Kemaren kita memperbaiki fasilitas di Pasar Baru II, karena disana beberapa bulan lalu juga ada kejadian dua sampai tiga kali kemalingan. Alhambulillah, dengan kita ada perbaikan di pasar baru II itu, sekarang sudah tidak ada lagi kemalingan. Jadi kita berharap di Pasar baru I ini juga seperti itu nanti,” janjinya.

Di Pasar Baru I, Zondervan mengakui ada beberapa CCTV. Namun, sebagian milik pedagang.

“Jadi, karna belum lengkap kita usahakan di akhir November atau di awal Desember kita pasang semua (CCTV). Sesuai dengan janji saya sebelumnya bahwa kita terus memperbaiki pasilitas pasar hingga pedagang nyaman,” tekannya lagi.

Zondervan pun meminta maaf kepada pedagang terkait kendornya pengawasan dari pihak keamanan pasar BUMD lantaran satu orang petugas sakit.

“Satu orang petugas keamanan pasar sakit keras. Jadi yang jaga pada saat itu hanya satu orang. Sepertinya juga maling itu memang orang yang sudah biasa di pasar, karena dia tau saat itu memang lagi lengah,” ungkapnya.

Saat ditanya, apakah pedagang yang kemalingan bakal diberikan dispensasi pengganti kerugian?, Zondervan memastikan bahwa BUMD tidak memberikan uang ganti rugi kepada pedagang.

“Tidak ada dan kita selalu menghimbau kepada para pedangang agar tidak meninggalkan uang dan barang dalam kios,” tutur Zondervan mengingatkan.

Repoter : AMRY
Editor : YAN

Back to top button