Realisasi PAD PAS SBP ke BUMD Total Rp14,8 Miliar, Deviden Hanya Rp200 Juta

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – PT Pelindo (Persero) Regional 1 Cabang Tanjungpinang membeberkan realiasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pungutan PAS masuk Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) melalui PT Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB) yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sejak Juni 2017 sampai Mei tahun 2023 berjumlah total Rp14,816,075,948 (14,8 miliar lebih). Anehnya, yang masuk menjadi deviden (bagian dari keuntungan perusahaan kepada pemegang saham,red) yakni Pemko Tanjungpinang hanya berjumlah Rp200 juta.
Informasi itu terungkap pada saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara DPRD Tanjungpinang bersama Pelindo plus Pemko, Rabu (26/07/2023) kemaren.
Berdasarkan data yang ditampilkan Pelindo, realiasi PAD melalui BUMD dirincikan sebagai berikut.
Juni tahun 2017 sharing BUMD mencapai Rp1,577,443,945 (Rp1,5 miliar lebih). Jumlah sharing itu bertambah besar lagi pada tahun 2018 yakni Rp3,537,878,248 (Rp3,5 miliar lebih,red). Kemudian, di tahun 2019, pendapatan PAS sharing BUMD meningkat drastis yakni Rp4,478,50,5,306 (4,4 miliar lebih).

Sementara, pada tahun 2020, Pendapatan sharing PAS ke BUMD mengalami penurunan menjadi 1,279,801,445 (Rp1,2 miliar). Tahun 2021 berjumlah Rp808.346,020, 2022 Rp1,858,591,086 serta hingga bulan Mei tahun 2023 tercatat Rp1,275,509,898 (Rp1,2 miliar lebih).
Usai RDP, Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Tanjungpinang, Zulhidayat ketika dikonfirmasi prokepri tak menampik informasi tersebut. Dia meminta semua pihak bisa mencermati persoalan itu secara bijak dan arif dalam mengkaji.
“Jadi begini, sebenarnya saya mengajak semua pihak untuk kita berpikir dengan hati yang dingin menyingkapi hal ini. Coba kita mundur sedikit ke belakang, sekitar lima tahun yang lalu. Kita semua satu barisan, mendorong bagaimana Pelindo yang ada berusaha di Tanjungpinang ini dapat memberikan kontribusi kepada Pemko pada waktu itu. Karena sekarang ini tentu kita tidak, istilahnya kita harus melihat, jangan kalau bahasa saya itu, marah dengan nyamuk, kelambu yang kita bakar. Kita harus mencermati dengan bijak arif mengkaji apakah permasalahan itu tidak ada deviden itu masalah di kerjasamanya atau di managerial di TMB kita,” terangnya.
Jika persoalannya ada pada managerialnya, Zulhidayat menekankan perlu disempurnakan.
“Bu wako mengambil sikap dan langkah tegas dengan mengganti direksi baru beberapa bulan lalu. Jadi saya mengajak kita semua untuk memberikan kesmepatan kepada direksi baru untuk membuktikan kinerjanya kedepan. Dan kita bukan hanya sekedar itu, kita kunci direksi baru itu. Saya jamin 100 persen tidak ada intervensi dari buk wako. Intervensi cuma satu, kamu bisa tidak mengembalikan TMB menjadi untung. Bisa dan itu ditandatangi di dalam fakta integritas. Sehingga, kedepan kalau tak bisa tentu akan kita evaluasi secara tegas,”tutup Zulhidayat.***
Penulis: yan
