Siswi SMP di Tanjungpinang Dicabuli Pria Kenalan di Facebook

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Tanjungpinang sebut saja namanya Melati (14), diduga telah menjadi korban pencabulan oleh MS (21) seorang pria yang baru dikenalnya melalui jejaring sosial Facebook.
Kejadian tersebut berlangsung di rumah kosan tersangka di jalan Bhayakra Gang Kerapu, Kelurahan Tanjungpinang Barat, Jumat (6/1) sekitar pukul 08.00 WIB lalu, atas ajakan tersangka untuk bolos sekolah dan datang ketempat kosan tersangka.
“Tersangka MS kita tangkap di tempat kosannya, Senin (9/1), setelah adanya laporan dari nenek korban kepada anggota Babinkantibmas kita di lapangang,” Kata Kapolres Tanjungpinang AKBP Joko Bintoro melalui Kapolsek Tanjungpinang Barat, AKP Yuhendri, Kamis (12/1).
Yuhendri menerangkan, perkenalan antara tersangka dengan korban baru berlangsung sekitar dua bulan, kemudian dilanjutkan melalui penukaran nomor handpon antara keduanya.
“Berselang kemudian, tersangka MS mengajak korban datang ketempat kosannya. Tidak lama kemudian, tersangka berusaha merayu korban untuk melakukan hubungan layaknya suami istri. Namun ditolak oleh korban,” ungkap Yuhendri.
Tidak sampai disitu, lanjut Yuhendri, tersangka, pria yang tidak memiliki pekerjaan tetap ini, kemudian memaksa membuka celana korban untuk melakukan perbuatan yang tidak sepatunya dilakukan tersebut.
“Pencabulan itu akhirnya terjadi sebanyak dua kali, dan mengakibatkan korban mengalami kesakitan pada alat kelaminya,” ungkap Yuhendri.
Hasil pemeriksaan sementara, lanjut Kapolsek, pelaku mengakui telah melakukan perbuatan asusila dengan korban, karena merasa hubungan persahabatan mereka telah dekat, dan menganggap korban sebagai pacarnya yang dikenal melalui jaringan sosial facebook tersebut.
“Perbuatan tersangka dapat kita jerat sesuai Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang -Undang No 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara,” ujar Yuhendri.
Menurut Yuhendri, kejadian tersebut hendaknya dapat menjadi pelajaran dan perhatian, terutama bagi orang tua untuk selalu mengawasi kondisi anak-anak mereka dalam menggunakan handpone (facebook) agar kejadian serupa tidak terulang lagi, karena sudah banyak sekali contoh kejadian serupa sebelumnya. (apl)
