Ingin Berwisata di Kebun Buah Buahan, Kawasan Wisata Bukit Manuk Tempatnya

PROKEPRI.COM,TANJUNGPINANG – Kota Tanjungpinang menjadi salah satu tempat destinasi yang cocok untuk berwisata di Kepri. Sebagai ibu kota Provinsi Kepulauan Riau, Tanjungpinang tidak hanya terkenal akan destinasi keindahan laut, sejarah dan kulinernya saja, tetapi Kota Tanjungpinang memiliki wisata alam yang berada di kawasan perbukitan yang kini berubah menjadi agrowisata.
Kawasan wisata Bukit Manuk namannya.
Destinasi wisata Kepri di Tanjungpinang ini berlokasi di Jalan Tanjung Lanjut, Kelurahan Kampung Bugis.
Papan informasi Lokasi wisata Bukit Manuk destinasi wisata Kepri di Jalan Tanjung Lanjut, Kelurahan Kampung Bugis, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.
Kawasan Wisata Bukit Manuk dikenal selain asri serta banyak ditumbuhi berbagai jenis buah-buahan.
Wisata ini berada cukup jauh dari area permukiman warga.
Hanya beberapa kendaraan saja yang melintas di sekitar kawasan itu.
Sehingga wisata Bukit Manuk ini tidak terlalu ramai dikunjungi masyarakat.
Di sini terdapat aneka buah dari sejumlah tanaman yang masih terawat dengan asri.
Seperti alpukat, jambu madu, lengkeng, mangga, belimbing, durian, dan aneka tanaman buah lainnya.
Tidak perlu khawatir jika ingin beristirahat.
Lokasi wisata Bukit Manuk disediakan gazebo dan mushola yang bisa digunakan pengunjung.
Penjaga wisata Bukit Manuk, Dedi mengatakan ada ratusan tumbuhan yang ditanami, masing – masing tumbuhan juga diberi nama.
Ini bertujuan untuk memudahkan pengunjung mengetahui nama – nama tumbuhan yang ditanam. Mulai dari tanaman hias hingga tanaman buah – buahan.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kepri Raja Heri Mokhrizal mengatakan Kebun Wisata Bukit Manuk menjadi pilihan alternatif destinasi wisata bagi yang ingin menepi dari laut dan indahnya pulau.
“Destinasi wisata yang satu ini akan sangat berbeda dengan yang ada dilaut dan semacamnya, karna wisata ini menyuguhkan pemandangan indah di kebun yang ditanami banyak buah buah, sangat cocok untuk wisatawan yang bosan dengan destinasi wisata laut,” Ungkap Raja Heri.
Editor Muhammad Faiz
