STAIN Kepri Mulai Persiapkan Proses Reakreditasi Prodi Tadris Bahasa Inggris dan S2 MPI

PROKEPRI.COM, BINTAN – Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman (STAIN-SAR) Kepri mulai mempersiapkan proses reakreditasi Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI) dan Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam (S2 MPI), Selasa (13/1/2026).
Persiapan itu salah satunya, pendampingan pengisian Data Kuantitatif Program Studi (DKPS) LAM Kependidikan, di Ruang Rapat Dosen Gedung Kuliah Terpadu STAIN SAR Kepri.
Agenda pendampingan ini dipimpin Pusat Penjaminan Mutu (P2M) STAIN SAR Kepri.
Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk memastikan seluruh data kuantitatif yang disusun oleh program studi memenuhi prinsip validitas, keterlacakan, dan kesesuaian dengan standar akreditasi Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAM Kependidikan), sebagai bagian strategis dalam upaya peningkatan mutu berkelanjutan.
Kepala Pusat Penjaminan Mutu STAIN SAR Kepri, Dr. M. Taufiq, M.S.I., dalam arahannya menegaskan bahwa reakreditasi Program Studi TBI dan S2 MPI merupakan momentum penting untuk meneguhkan kualitas tata kelola akademik, kinerja tridarma, serta daya saing lulusan.
“Reakreditasi bukan sekadar pemenuhan administratif, tetapi merupakan refleksi objektif atas capaian mutu program studi. Oleh karena itu, pengisian DKPS harus berbasis data yang sahih, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya dalam keterangan resmi.
Taufiq menjelaskan bahwa dalam penyusunan DKPS, program studi perlu mencermati secara komprehensif sejumlah komponen utama, meliputi kerja sama tridarma perguruan tinggi, seleksi dan prestasi mahasiswa, karya inovatif dan publikasi ilmiah, kepuasan mahasiswa dan pengguna lulusan, kualitas dosen dan tenaga kependidikan, pengelolaan keuangan dan sarana prasarana, implementasi kurikulum, serta kinerja penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Secara teknis, pendampingan difokuskan pada penguatan pengisian tabel-tabel kunci dalam DKPS, antara lain yang berkaitan dengan kerja sama pendidikan, penelitian, dan pengabdian, rekam jejak prestasi mahasiswa, karya inovatif dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), publikasi dosen dan mahasiswa, beban kerja dan rekognisi dosen tetap, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, penggunaan dana, ketersediaan sarana dan prasarana pembelajaran, pemanfaatan teknologi informasi, hingga profil lulusan, masa studi, IPK, waktu tunggu kerja, serta kepuasan pengguna lulusan.
Selain itu, aspek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat DTPS, termasuk yang melibatkan mahasiswa, juga menjadi perhatian utama sebagai indikator integrasi tridarma dan penguatan kultur akademik berbasis riset.
Melalui kegiatan pendampingan ini, P2M STAIN SAR Kepri berharap seluruh tim program studi memiliki pemahaman yang seragam dan komprehensif dalam menyusun DKPS, sehingga proses reakreditasi dapat berjalan secara sistematis, terencana, dan berorientasi pada peningkatan mutu institusional.(jp)
Editor: yn
