KARIMUNKEPRI

Tim RPL Karimun Rehab Rumah Mbah Cartem

 

Tampak Tim RPL Karimun memperbaiki atap rumah Mbah Cartem, seorang nenek sebatang kara berusia 80 tahun di Paya Labu, Desa Pangke, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Minggu (31/01/2021). Foto prokepri/rafiq.

PROKEPRI.COM, KARIMUN – Tim relawan yang tergabung dalam Razia Perut Lapar (RPL) Karimun merehab rumah mbah Cartem (80) di Paya Labu, Desa Pangke, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Minggu (31/01/2021). Cartem adalah seorang nenek sebatang kara bertatus janda ditinggal mati suami tercinta.

Rumah Mbah Cartem memang tidak bisa dikatakan layak huni. Karna dinding atap jendela pintu sudah bocor, keropos, bolong-bolong dan dibeberapa dinding sudah habis dimakan rayap.

Saat turun hujan, dirinya pun harus rela duduk di pojokan, mencari sela-sela rumah yang tidak bocor bahkan tidur pun terpaksa duduk serta barang-barangnya juga hilang karena tidak mempunyai pintu.

Melihat kondisi itu, Ketua RPL Karimun, Imam Syahrizal bersama tim relawan terketuk hati dan bergerak membantu merehab rumah Mbah Cartem.

“Sewaktu kami sedang mensurvey lokasi untuk memberikan bantuan sedikit sembako, kami melihat rumah nenek Cartem ini sudah tidak bisa dikatakan layak huni. Pada saat itu kami dari team RPL berfikir bahwa kami bisa membantu merekondisi rumah tersebut jadi kami dengan ikhlas membantu merekondisi rumahny sebisa kami kemaren Minggu,” ungkap Imam, Senin (02/02/2021).

Mbah Cartem, sambung Imam, berasal dari Indramayu, Jawa Barat.

“Beliau hidup sebatang kara karena ditinggal suaminya meninggal beberapa tahun lalu, dengan kondisi fisik pendengaran sudah sangat kurang, mata semakin kabur serta memiliki penyakit komplikasi yang dialami mbah Cartem,” jelasnya.

Imam dan tim RPL berusaha semampu mereka membantu merekondisi rumah Mbah Cartem.

“Sebaik yang bisa kami kerjakan, walaupun tidak banyak yang kami perbaiki setidaknya rumah yang sekarang ditinggali mbah Cartem ini lebih layak dihuni dari pada rumah sebelum di rekondisi. Setelah direkondisi dinding dan atap sudah sangat bisa dikatakan jika hujan tidak ada kebocoran. Selain itu kami juga memperbaiki beberapa jendela dan pintu karna pada saat itu jendela dan pintu sudah tidak bisa digunakan selayaknya kegunaan jendela dan pintu pada umumnya,” papar Imam.

Imam berharap, apa yang tim RPL lakukan juga dapat mengetuk pintu hati masyarakat lainnya agar dapat ikut membantu meringankan beban Mnah Cartem.

“Semoga dengan kami membantu rumah mbah Cartem, banyak warga sekitar atau masyarakat lain bisa ikut serta memperdulikan keadaan orang-orang susah seperti ini. Karna tidak ada ruginya membantu orang yang lebih membutuhkan disaat kita yakin diri kita mampu untuk membantunya dan harapan kami sebagai team dari RPL berharap semoga kami masih terus bisa membantu orang-orang lain yang membutuhkan dalam segala hal yang bersifat positif. Karena bagi kami melihat seseorang yg tersenyum membuat kami tim relawan mendapatkan kepuasan batin dan kesenangan hati yang tiada duanya.(rafiq)

Back to top button