KAMPUS

Tim UGM Sabet Juara II Ajang Debat Tingkat Nasional PGTC

Tim UGM Komang Ayu Azka Pramesti Mahiswari Matsuzawa dan Yehezkiel Vito, berhasil meraih 1st Runner Up atau Juara II dalam ajang debat tingkat nasional Pertamina Goes To Campus (PGTC) Energy Debate Championship dii Jakarta pada 21-24 September lalu. Foto UGM

PROKEPRI.COM, YOGYAKARTA – Tim UGM yang terdiri atas Komang Ayu Azka Pramesti Mahiswari Matsuzawa dan Yehezkiel Vito, masing-masing dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL), berhasil meraih 1st Runner Up atau Juara II dalam ajang debat tingkat nasional Pertamina Goes To Campus (PGTC) Energy Debate Championship dii Jakarta pada 21-24 September lalu.

Selain prestasi tim, penghargaan individu juga diraih oleh kedua anggota tim, yaitu 3rd Best Speaker oleh Azka dan 5th Best Speaker oleh Vito.

Kompetisi yang diselenggarakan oleh PT Pertamina (Persero) tersebut diikuti oleh 112 tim yang mewakili berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Adapun ajang yang berfokus pada berbagai isu energi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan berpikir kritis, menyusun argumentasi, serta menyampaikan gagasan secara sistematis.

Adapun rangkaian kompetisi PGTC Energy Debate Championship 2026 diawali dengan tujuh babak preliminasi dan Octo Final atau babak 32 besar yang dilaksanakan secara daring pada 17-21 Agustus 2026. Setelah melalui rangkaian pertandingan pada babak awal, kompetisi berlanjut ke tahap eliminasi lanjutan yang diselenggarakan secara luring di Jakarta pada 21-24 September 2026. Tahap eliminasi lanjutan terdiri atas Quarter Final (16 besar), Semi Final (8 Besar), hingga Grand Final (4 besar).

Salah satu tantangan utama dalam Energy Debate Championship adalah cakupan isu yang spesifik dan kompleks. Kompetisi ini menuntut peserta untuk memiliki pemahaman yang luas mengenai berbagai persoalan terkait minyak dan gas, energi terbarukan, kebijakan energi, sumber daya, hingga transisi energi.

Beragam topik tersebut mengharuskan peserta tidak hanya memiliki kemampuan debat, tetapi juga memahami konsep dan perkembangan sektor energi secara mendalam untuk membangun argumentasi yang relevan dan berbasis pengetahuan.

Tantangan tersebut menjadi semakin berarti bagi kedua mahasiswa UGM yang berasal dari FISIPOL dan tidak memiliki latar belakang akademik khusus dalam bidang perminyakan maupun sumber daya alam. Selama masa persiapan, keduanya perlu mempelajari berbagai materi di luar bidang studi utama, mulai dari konsep dasar industri minyak dan gas, perkembangan energi terbarukan, kebijakan dan tata kelola energi, hingga berbagai isu kontemporer mengenai transisi energi.

“Tantangan terbesarnya adalah kami belum familiar dengan konsep-konsep yang berkaitan dengan energi. Karena itu, kami harus meluangkan lebih banyak usaha dan waktu untuk menyerap informasi dan memahami isu energi,” ujar Yehezkiel Vito dalam keterangan dikutip UGM, Senin (12/10/2026).

Selama masa persiapan, Vito mengungkapkan bahwa tim mesti membaca berbagai sumber, mulai dari makalah penelitian (research paper), ringkasan kebijakan (policy brief), hingga artikel berita. Lebih lanjut, ia juga mempelajari mosi PGTC tahun sebelumnya, mengikuti perkembangan isu aktual seperti dinamika Selat Hormuz, serta berkonsultasi dengan alumni UGM dari bidang teknik. “Kami diarahkan untuk mencari informasi-informasi penting, seperti komoditas energi yang bernilai tinggi, pangsa pasar negara-negara, dan proses produksi energi,” jelas Vito.

Keikutsertaan UGM dalam Energy Debate Championship tahun ini juga tidak terlepas dari pengalaman pada penyelenggaraan tahun sebelumnya. Pada Energy Debate Championship 2025, tim UGM yang diwakili oleh para senior berhasil melaju hingga babak semifinal, meskipun harus terhenti pada tahap tersebut. Capaian tersebut menjadi pengalaman sekaligus tolak ukur bagi Azka dan Vito yang kembali mewakili UGM dalam kompetisi tahun ini. “Syukurnya, banyak alumni yang mendukung kami dan memberikan arahan terkait isu yang harus kami eksplor. Mereka juga memberikan pelatihan dan evaluasi agar kami dapat terus berkembang,” tuturnya.

Menanggapi prestasi yang diperoleh tim delegasi GMDS UGM, Direktur Kemahasiswaan UGM, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si., mengungkapkan bahwa capaian tersebut merupakan prestasi yang membanggakan. Hempri mengatakan bahwa UGM akan terus mendorong mahasiswa untuk mengikuti berbagai kompetisi melalui pengembangan ekosistem yang kondusif bagi peningkatan prestasi dan inovasi mahasiswa. “Dengan demikian pula, diharapkan prestasi yang dihasilkan memiliki keberlanjutan yang kuat dan dampak pada masyarakat,” tutup Hempri.

Editor: yn

Back to top button