KEPRI

PSK Asing Mulai Marak di Kota Batam

Ilustrasi PSK asing.
Ilustrasi PSK asing.

PROKEPRI.COM, BATAM – Pekerja Seks Komersil (PSK) dari berbagai negara di Asia mulai marak di Kota Batam, Kepri. Imigrasi berjanji segera melakukan razia para PSK tersebut.

Informasi di lapangan, beberapa lokasi tempat hiburan di kawasan Nagoya yang dijadikan tempat mangkal para PSK dari berbagai negara seperti Thailand, Vietnam, Cungkok, Usbekistan dan Filipiha. Tarifnya di atas Rp1,5 juta untuk short-time di luar hotel. Sedang tarif all-night bisa mencapai Rp5 juta.

Kepala Imigrasi Kelas I Khusus Batam, Teguh Prayitno berjanji secepatnya merazia sejumlah tempat mangkalnya PSK asing tersebut di Batam. “Kami sedang mengumpulkan data dan target di mana akan dilakukan razia,” kata Teguh di sela-sela rapat koordinasi dengan Komisi I DPRD Kota Batam, Selasa (25/10).

Kata Teguh, dia tidak mungkin membeberkan kapan razia tersebut akan dilakukan takut akan bocor.

“Intinya, dalam minggu ini kita akan lakukan razia, namun waktu dan jam tidak bisa diungkapkan. Kita juga akan kembali melakukan pendataan ulang terhadap orang asing walaupun data lama sudah ada dan kita lakukan tindakan razia orang asing,” katanya.

Teguh menuturkan PSK asing tersebut tidak masuk melalui Batam, tapi lewat Jakarta karena dibukanya bebas visa kepada 169 negara. “Yang jelas mereka masuk tidak melalui pintu Batam, tapi Jakarta,” ujarnya. Teguh juga menambahkan bahwa dia telah memerintahkan pegawainya untuk menjaga pintu-pintu masuk Batam agar menolak masuknya imigran ke Batam.

Anggota Komisi 1 DPRD Kepri, Cak Nono Hadisiswanto mengatakan, keberadaan orang asing yang bekerja sebagai PSK sudah pernah di sidak beberapa waktu lalu, namun keberadaannya sulit ditemukan karena berupa sindikat.

“Kami juga sudah sampaikan ke Kepala Imigrasi agar menjadi prioritas kapan perlu razia tempat hiburan malam yang ada di Nagoya,” kata Cak Nono.

Dia menilai maraknya PSK merupakan lemahnya pengawasan atau kontrol  pemerintah daerah bersama stekholder lainnya. Selain itu, katanya mudahnya pemberian izin sehingga saat ini masage maupun tempat hiburan lainnya marak di Batam, bahkan tidak tertutup kemungkinan ilegal.

“Harus dikontrol dan diawasi kan sudah jelas aturannya dan jangan mudah memberikan izin bisa pungli nanti,” kata Politisi PAN ini.

Pelacur Asing

Tempat hiburan malam di Batam mampu membius pelancong asing. Bukan hanya narkoba yang mudah didapat dan bisa dinikmati di diskotek, pub atau klub malam, tapi ada daya tarik lainnya yakni pelacur. Jumlah pelacur asing ini makin bertambah banyak. Mereka berlomba-lomba menjerat lelaki hidung belang.

Para pelacur asing seperti dari China yang sering dijuluki Cungkok, Vietnam, Usbekistan, Eropa dan lainnya mempunyai pesona tersendiri. Bagi sebagian besar tamu yang mendatangi tempat hiburan malam seperti terbius.

Maklum para wanita cantik tersebut selain memiliki kulit putih juga memiliki body super oke. Bertubuh jangkung, berusia dibawah 25 tahun, pelacur impor dandanannya bak bintang film Hongkong, Korea maupun Amerika.

Mereka selalu berpakaian minim tak jarang mengenakan swimsuit, dan beraroma wangi. Tamu club mana yang tidak tergiur melihat kemolekan mereka. Bahkan konon, yang pernah kencan bakal ketagihan lantaran service mereka benar-benar memuaskan luar dalam.

Untuk tarif kencan dengan Cungkok di klub malam di hotel berkisar Rp1,3 juta-Rp1,5 juta. Sedangkan si ‘kuda putih’ asal Eropa di atas Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per jamnya.

Salah satu jurnalis HK  sempat ngobrol dengan Cungkok menceritakan dari tarif tersebut, mereka hanya menerima bersih sekitar Rp300 ribu karena dipotong untuk biaya kontrakan, uang kamar, dana mendatangkan mereka, membelikan baju, dan germo. Mereka berasal dari desa-desa miskin di China seperti Yunnan, Sichuan dan Guizhou.

Di Batam mereka ditempatkan di rumah kontrakan atau apartemen di kawasan Nagoya dan tempat lainnya dekat dengan kawasan mereka bekerja. Bagi pria petualang seks dan memiliki uang banyak tingginya tarif kencan tersebut tidak ada masalah. Bahkan semakin tinggi tarif akan membuat mereka merasa bangga.

“Wanita penghibur di Batam cantik-cantik. Jika ada uang lebih, saya mencari hiburan ke Batam,” kata seorang pria WN Malaysia ketika ditemui di tempat hiburan malam. Untuk menawarkan jasa wanita penghibur asing, beragam cara dilakukan oleh germo. Ada yang ditempatkan menjadi pemijat di spa, pemandu karaoke dan lainnya. (HK)

 

Tinggalkan Balasan

Back to top button