287 Perguruan Tinggi Lolos Babak Eliminasi Kompetisi Debat PHP 2025

PROKEPRI.COM, BATAM – Sebanyak 287 regu dari perguruan tinggi lolos ke babak eliminasi Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu (PHP) 2025.
Salah satu perguruan tinggi yang lolos adalah Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA).
Tim UNRIKA dinyatakan memenuhi persyaratan masuk ke babak tersebut.
Tim terdiri dari Assoc. Prof Linayati Lestari, SIP, Dr. Alwan Hadiyanto SH MH, Muhammad Setio, Meli Wulandari dan Sumber Silangit Sitepu
Kompetisi bergengsi yang mempertemukan mahasiswa hukum dari berbagai universitas di Indonesia untuk menguji kemampuan berpikir kritis, analisis hukum, serta pemahaman terhadap isu-isu penegakan hukum pemilu ini, digelar oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI.
Dalam keterangannya, Rektor UNRIKA, Ir. Zulkhairi, M.M menyatakan rasa bangganya atas raihan prestasi oleh Tim Debat Hukum UNRIKA yang berhasil dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti babak eliminasi kompetisi debat tersebut.
“Keberhasilan tim UNRIKA ini menjadi bukti nyata kualitas akademik, semangat intelektual, dan dedikasi mahasiswa dalam menjunjung tinggi nilai keadilan serta demokrasi,”ungkapnya, Jumat (17/10/2025).
Dengan persiapan yang matang dan dukungan penuh dari dosen pembimbing, Zulkhairi optimis, tim UNRIKA mampu memberikan hasil terbaik pada babak selanjutnya.
“Selamat kepada Tim Debat UNRIKA atas prestasi luar biasa ini. Semoga sukses pada tahap berikutnya dan terus membawa nama baik universitas di kancah nasional,”pungkasnya.
Berdasarkan data pengumuman, babak eliminasi digelar pada tanggal 16 hingga 19 Oktober mendatang.
Sementara puncak kegiatannya, akan berlangsung di Jakarta, pada tanggal 24 sampai dengan 29 November 2025.
Perguruan tinggi terbaik dari seluruh Indonesia yang mengikuti debat ini, memperebutkan gelar juara nasional dan penghargaan bergengsi dari Bawaslu RI.
Seperti diketahui, jumlah peserta debat tahun 2025 dari berbagai universitas di seluruh daerah se-Indonesia melonjak drastis. Tercatat 311 regu peserta lolos seleksi dan menjadi rekor tertinggi sejak ajang ini digelar pada tahun 2019.
Bawaslu RI sebelumnya menekankan, bahwa kompetisi debat yang digelar ini bertujuan untuk pembinaan hukum dan demokrasi.
“Bukan hanya lomba, tapi bagian dari strategi besar Bawaslu dalam menanamkam nilai nilai hukum Pemilu,”ujar Kepala Biro Fasilitasi Penanganan Pelanggaran Pemilu Bawaslu RI Yusti Erlina.(wan)
Editor: yn
