KEPRI

Kapolres Tanjungpinang : Tanggal 7 (November) Ahok Diperiksa

Demontrasi Penistaan Agama di Tanjungpinang Berlangsung Damai dan Tertib

Ketua FPI Provinsi Kepri Hajarullah Aswad menyampaikan orasi dalam aksi demo dugaan penistaan agama oleh Ahok di Mako Polres Tanjungpinang, Jumat (4/11). Foto Prokepri.com
Ketua FPI Provinsi Kepri Hajarullah Aswad menyampaikan orasi dalam aksi demo dugaan penistaan agama oleh Ahok di Mako Polres Tanjungpinang, Jumat (4/11). Foto Prokepri.com

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Tanjungpinang AKBP Joko Bintoro memastikan bahwa tanggal 7 (November) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bakal diperiksa. Hal itu terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok.

“Semua sudah ada yang menangani. Rekan-rekan sudah liat live di stasiun televisi (TV) dan insha allah tanggal 7 (November) Ahok diperiksa. Kita yang ada disini semua (umat muslim di Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang) kita berdoa, semoga apa yang kita inginkan terkabul atas izin Allah SWT,” kata AKBP Joko Bintoro di hadapan ratusan massa gabungan berbagai Ormas Islam dan mahasiswa yang menggelar aksi demontrasi damai menuntut Ahok diadili di halaman Markas Kepolisian (Mako) Polres Tanjungpinang, (Jumat 4/11).

Joko berjanji akan menyampaikan aspirasi massa umat islam di Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang.

“Dugaan penistaan itu sudah ditangani Mabes Polri. Tiga saksi dipanggil. Baik saksi agama, saksi bahasa dan saksi hukum pidana. Kita serahkan yang ada disana (Mabes Polri) kita di Tanjungpinang, kita doakan. Saya minta semuanya tertib, seperti apa yg disampaikan para ustad. Kita semua saudara, mari kita ciptakan Tanjungpinang ini aman,” pintanya.

Sementara itu, Ketua Front Pembela Islam (FPI) Provinsi Kepri, Hajarullah Aswad dalam orasinya menekankan bahwa demontrasi yang dilakukan tersebut bukan untuk mencari popularitas dunia. Akan tetapi, semata-mata mencari ridho Allah SWT.

“Kami datang bukan ingin membuat permusunan. Kami ingin mendukung dan mensupport kepolisian untuk menegakkan keadilan. Keadilan adalah amanah didalam Al-Quran. Jangan sampai ragu sedikitpun,” tegas Hajarullah dihadapan ratusan massa sembari meneriakkan Allahuakbar, Allahuakbar.

di Indonesia, sambung Hajarullah, masyarakat bisa utuh bersatu, itu mayoritas umat Islam.

“Karena kita mau mengalah dan mengayomi. Kita liat di Miyanmar, di Kasmir dan di Pilipina, bagaimana umat islam dibunuh, disembelih, diusir. Tetapi kita di Indonesia, semua kita mengayomi. Semua kita mengasihi dan kita hormati. Kita hanya menuntut keadilan,” terang Hajarullah.

Hal senada juga disampaikan Juru bicara aksi, Dedi Sanjaya. Menurutnya, yang diperangi bukan agama dan etnis.

“Yang kita perangi yang menistakan agama kita. Apapun agamanya, apapun sukunya adalah saudara kita,” ingat Dedi.

Mewakili ratusan massa, Dedi mendokan serta meminta aparat kepolisian untuk bernyali memeriksa Ahok.

“Kita doakan siapa yang merongrong Polri, semoga dilaknat Allah SWT dan Rasulnnya,” teriak Dedi diaminkan ratusan massa.

Pantauan dilapangan, lebih dari 500 orang massa umat islam dari berbagai elemen Ormas Islam dan mahasiswa melakukan aksi demontrasi terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Massa menuntut Ahok ditangkap dan diadili lantaran pernyataannya telah melukai umat Islam.

Sebelum bergerak ke Mako Polres menyampaikan petisi, massa terlebih dahulu menunaikan sholat Jumat bersama di Masjid dekat Asrama Haji di Jalan Pemuda Tanjungpinang. Usai sholat, massa berkumpul kemudian longmarch ke Makopolres. Terlihat aparat kepolisian berjaga-jaga mulai dari Asrama Haji hingga menuju Mako Polres tersebut.

Demontrasi berjalan damai dan tertib. Usai aksi, ratusan massa kembali ke titik awal pertemuan. (Rudiyandri)

Tinggalkan Balasan

Back to top button