Guru Besar Peternakan UNAND Harap Pelestarian Ayam Kokok Balenggek

PROKEPRI.COM, PADANG – Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Andalas (UNAND), Prof. Firda Arlina menilai Ayam Kokok Balenggek sebagai salah satu sumber daya genetik unggas lokal Sumatera Barat yang memiliki nilai penting dari aspek genetika, ekonomi, dan budaya.
Keunikan suara kokok bertingkat atau balenggek, menurutnya, menjadikan ayam ini tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Minangkabau.
“AKB memiliki keunikan yang tidak ditemukan pada ayam lokal lainnya. Suara kokok bertingkat menjadi daya tarik utama sekaligus penentu nilai ekonomi ayam ini,” ujar Firda dalam keterangannya dikutip Jumat (1/5/2026).
Dia menjelaskan bahwa keberadaan Ayam Kokok Balenggek saat ini menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari penurunan populasi, erosi genetik akibat persilangan tidak terkontrol, hingga menurunnya kualitas suara kokok. Padahal, masih Firda, ayam ini memiliki potensi ekonomi yang tinggi, terutama sebagai ayam hias atau ayam penyanyi yang kerap diperlombakan dalam kontes suara kokok.
Ia menekankan bahwa upaya pelestarian harus dilakukan melalui pendekatan ilmiah yang terarah, antara lain melalui seleksi tetua, sistem perkawinan terkontrol, pencatatan performa ternak, serta pemanfaatan teknologi genetika molekuler.
“Beberapa gen yang berkaitan dengan kemampuan vokal pada unggas, seperti FOXP2, Zenk, reseptor dopamin, dan CCKBR, dinilai penting untuk dikaji guna meningkatkan akurasi seleksi,”jelas Firda.
Konservasi Ayam Kokok Balenggek, sambung dia lagi, juga perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pendekatan in situ dan ex situ, serta penguatan kelembagaan dan peran masyarakat. Kontes suara kokok, menurutnya, tidak hanya menjadi ajang budaya, tetapi juga berfungsi sebagai sarana seleksi dan peningkatan nilai ekonomi ternak.
Firda berharap pelestarian Ayam Kokok Balenggek dapat dilakukan secara kolaboratif antara perguruan tinggi, pemerintah, komunitas, dan peternak.
“Dengan demikian, Ayam Kokok Balenggek tidak hanya terjaga sebagai aset plasma nutfah unggas lokal, tetapi juga tetap hidup sebagai warisan budaya yang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,”pungkasnya.(i)
Editor: yn
