KEPRI

13 Penumpang Pesawat Polri Hilang Kontak Belum Ditemukan

Kepala Kantor Badan SAR Nasional Tanjungpinang, Kepri, Abdul Hamid didampingi Dirpolair Polda Kepri, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Teddy J.S Marbun dan Kapolres Tanjungpinang AKBP Joko Bintoro menggelar konferensi pers terkait hasil perkembangan sementara pesawat Polri hilang kontak di Kantor Badan SAR Nasional Tanjungpinang, Sabtu (3/12) pukul 17.45 Wib sore tadi. Foto Rudiyandri/ Prokepri.com.
Kepala Kantor Badan SAR Nasional Tanjungpinang, Kepri, Abdul Hamid didampingi Dirpolair Polda Kepri, Kombes Pol Teddy J.S Marbun dan Kapolres Tanjungpinang AKBP Joko Bintoro menggelar konferensi pers terkait hasil perkembangan sementara pesawat Polri hilang kontak di Kantor Badan SAR Nasional Tanjungpinang, Sabtu (3/12) pukul 17.45 Wib sore tadi. Foto Rudiyandri/ Prokepri.com.

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Badan SAR Nasional (Nastional Search and Rescue Nasional) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memastikan bahwa 13 penumpang pesawat Polri tipe M 28 Sky Truck N28 no reg P4201 dari Pangkal Pinang (Bangka Belitung) menuju Batam Kepulauan Riau (Kepri) yang sebelumnya hilang kontak sekitar pukul 10.15 Wib, Sabtu (3/12) pagi tadi, hingga kini belum berhasil ditemukan.

“Untuk korban kita belum ada informasi. Hanya temuan pecahan barang korban (penumpang) dan sudah diamankan di Kapal Rescue RB 209 kapal kami (Basarnas),” kata Kepala Kantor Badan SAR Nasional Tanjungpinang, Kepri, Abdul Hamid didampingi Dirpolair Polda Kepri, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Teddy J.S Marbun dan Kapolres Tanjungpinang AKBP Joko Bintoro di Kantor Badan SAR Nasional Tanjungpinang, Sabtu (3/12) pukul 17.45 Wib sore tadi.

Hamid menerangkan, berdasarkan informasi hilang kontaknya pesawat tersebut sekitar pukul 11.00 Wib lewat, Badan SAR Nasional langsung bergerak melakukan pencarian terhadap korban pada pukul 13.30 Wib siang tadi.

“Berkoordinasi juga dengan kepolisian disini (Polres Tanjungpinang) untuk melaksanakan Operasi SAR Nasional dan disetujui Kepala Badan SAR Nasional pusat (Marsekal Madya TNI FHB Soelistyo) melaksanakan operasi SAR. Sesuai arahan dan perintah beliau kita perintahkan kapal rescue RB 209 dan Grip SAR di Tanjungpinang menuju ke lokasi. Dengan jumlah personil 17 orang di RB 209 dan 15 di Grip,” jelas Hamid.

Selain SAR, tambah Hamid, Polair Polda Kepri juga menerjunkan lima unit kapal ke lokasi kejadian mencari korban termasuk pihak TNI AL (Lantamal IV Tanjungpinang) mengirim dua unit kapal. Termasuk dari negara tetangga Singapura juga ikut membantu dengan menggerakkan dua unit bantuan satu unsur udara yakni Heli Super Puma dan Foker.

“Operasi SAR sementara dihentikan. Namun pencarian terhadap korban pesawat terus dilakukan,” tutup Hamid.

Ditempat yang sama, Dirpolair Polda Kepri, Kombes Pol Teddy J.S Marbun menerangkan bahwa sesuai manifes penumpang, totalnya berjumlah 16 orang. Namun, setelah dikroscek, sambung dia, tiga penumpang sudah turun di Pangkal Pinang (Bangka Belitung).

“Berdasarkan manifes, total penumpang berjumlah 16 orang. Setelah dikroscek, penumpang yang didalam pesawat tinggal 13 orang. Yang tiga orang lainnya turun di Pangkal Pinang (sebelum hilang kontak,” ungkap Teddy.

Teddy menerangkan, ketiga penumpang tersebut bernama Brigadir Sandoko, Brigadir Enri dan Bripda Angga.

“Kita melakukan pencarian korban di seputaran wilayah pulau Mensanak, Bangka dan di pulau Bintan perairan Lingga. Tapi belum ditemukan (13 penumpang) hanya puing dan tas korban. Dugaan sementara belum diketahui,” terang Teddy. (Rudiyandri)

Tinggalkan Balasan

Back to top button