
PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Penjabat (Pj) Walikota Tanjungpinang Hasan akan segera mengucurkan Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp17,5 miliar bantuan pemerintah pusat guna mengendalikan inflasi, kemiskinan dan stunting di Kota Gurindam.
“DID yang telah ada akan kita salurkan,” kata Hasan didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Teguh Susanto menyapa warga melalui dialog interaktif di Pro 1 RRI Tanjungpinang, Jum’at (20/10).
Hasan secara gamblang membahas rencana realisasi penggunaan DID yang baru diterima oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang dari Pemerintah Pusat tersebut. Menurut Kadiskominfo Provinsi Kepri ini, DID yang diperoleh Rp17,5 miliar itu meningkat setelah pada tahun 2022 hanya mendapat bantuan sebesar Rp 11 Milyar saja.
Tanjungpinang, sambung Hasan, merupakan salah satu kabupaten-kota di provinsi Kepulauan Riau yang mendapat DID karena dianggap sukses dalam pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas harga bahan pokok. Meski begitu kata dia, pihaknya akan tetap fokus dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok sehingga inflasi dapat terkendali dengan baik.
Hasan menerangkan sejumlah langkah-langkah kebijakan yang akan ia ambil. Pertama penanganan kemiskinan. Kata dia, melalui program bedah rumah tidak layak huni untuk tahun 2023 akan difokuskan pembedahan rumah darat dan pada tahun 2024 pembedahan rumah laut.
“DID yang telah ada akan kita salurkan segera untuk membedah rumah masyarakat. Karena rumah merupakan salah satu elemen penilaian dalam kategori kemiskinan. Apabila rumah layak huni, maka kesehatan warga juga pasti lebih baik”, ungkap Hasan.
Ia melanjutkan, untuk penanganan stunting, telah merencanakan program ‘Bapak Asuh’ yang nantinya akan ditunjuk setiap Kepala OPD untuk memegang langsung anak yang mengalami stunting guna memonitor perkembangannya sekaligus membantu penanganan. Hal tersebut masih Hasan adalah sebagai bentuk kehadiran pemerintah untuk masyarakat.
Hal senada juga dikatakan Kadiskominfo Tanjungpinang, Teguh Susanto. Dia menambahkan bahwa Pemko Tanjungpinang dibawah kepemimpinan Pj Wako Hasan, telah merencanakan beberapa program untuk menangani stabilitas harga bahan pokok. Salah satunya adalah mengadakan Gerakan Pangan Murah, Sidak Pasar dan melihat stok bahan pokok.
“Beberapa langkah diatas telah kita laksanakan guna mengintervensi harga bahan pokok yang berpengaruh juga terhadap inflasi,” terang mantan jurnalis ini.
Masih kata Teguh, untuk program bedah rumah Pemko saat ini sedang melakukan pemetaan rumah-rumah mana yang akan mendapat bantuan tersebut. baik berdasarkan data DTKS, BPS maupun penilaian yang dilakukan oleh Pemko.
Editor: yan
