Tim Mahasiswa KKN UGM Buat Plang Jalur Evakuasi dan Tikum di Pulau Terluar Indonesia

PROKEPRI.COM, SULUT – Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gajah Mada (UGM) Merintis Rainis 2025 membuat dan memasang plang jalur evakuasi dan titik kumpul (Tikum) pada program kerja mereka di salah satu daerah paling luar di Indonesia, yakni di area jalan Desa Alo, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (Sulut) pada Minggu (20/7/2025) kemaren.
Koordinator Mahasiswa Unit Tim KKN Merintis Rainis, Nanda Ishaqi, mengatakan, bahwa pembuatan plang ini didasari bahwa Desa Alo terletak di pesisir dan tercatat sering terjadi gempa.
Ia juga mengaku bahwa pembuatan plang ini melibatkan proses yang penuh semangat sinergitas antara mahasiswa KKN dan warga desa sekitar.
“Bahan-bahan yang kami gunakan untuk membuat tugu ini terkumpul melalui usaha dari mahasiswa KKN dan warga desa yang solid,”kata Nanda, Selasa (22/7/2027) dikutip ugm.
Selama beberapa hari, tim mahasiswa bersama dengan warga sekitar Desa Alo saling bahu-membahu untuk membuat kerangka plang, menggali pondasi, dan membentuk struktur plang dengan penuh semangat kebersamaan.
Nanda juga menerangkan, bahwa plang ini kemudian diletakkan di area jalanan Desa Alo dengan jumlah 7 plang. Persebarannya antara lain 3 plang di persimpangan jalan, 3 di pinggir jalan raya, dan plang titik kumpul di area tinggi SMP 5 Rainis.
Kepala Desa Alo, Desius, plang yang dibuat oleh mahasiswa KKN UGM ini telah menjadi simbol penting untuk membantu warga sekitar sebagai arah ketika bencana terjadi.
“Plang ini juga akan menjadi kenang-kenangan dari mahasiswa yang melakukan KKN di desa ini, karena ini adalah pertama kali desa ini didatangi oleh mahasiswa KKN,” katanya.
Lebih lanjut, Koordinator program kerja yakni Abraham Asadel Achwan, mengharapkan plang ini dapat menjadi perwujudan konkret dari inisiasi pembentukan desa tangguh bencana. Terlebih, ia mengatakan, tugu dan plang ini bisa menjadi pengingat bahwa pembangunan desa bisa dimulai dari sinergi antara warga dan mahasiswa.
“Kami berharap dengan adanya plang ini juga bisa menjadi pengingat untuk warga sekitar agar masyarakat akan lebih siap ketika bencana gempa bumi terjadi,” ucap Asadel.(wan)
Editor: yn
