BTQ 2025/2026 STAIN SAR Fondasi Akademik dan Keislaman Mahasiswa Baru

PROKEPRI.COM, BINTAN – Program Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) 2025/2026 yang diperuntukkan bagi mahasiswa baru di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepri telah diluncurkan.
Ketua STAIN SAR Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., menegaskan bahwa program BTQ merupakan agenda wajib bagi seluruh mahasiswa semester pertama.
Kegiatan ini akan berlangsung selama empat bulan, sejak September hingga Desember 2025, dan menjadi bagian integral dari pembinaan kompetensi keislaman mahasiswa tanpa memandang program studinya.
“Masyarakat percaya bahwa lulusan STAIN harus mampu membaca, menulis, bahkan mengajarkan Al-Qur’an. Karena itu, program ini dirancang sebagai fondasi penting dalam perjalanan akademik sekaligus pengabdian mahasiswa,” ujar Faisal, Kamis (11/9/2025).
Dia mengatakan, bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an akan dijadikan standar kompetensi mahasiswa, baik selama menjalani studi maupun setelah lulus. Mahasiswa yang telah memiliki kemampuan baik akan diarahkan pada penguatan tilawah dan tahfiz, sementara yang masih lemah akan dibina secara intensif hingga mencapai standar yang ditetapkan.
“Yakinlah, semakin dekat dengan Al-Qur’an, semakin baik pula kualitas akademik, spiritual, dan pribadi Anda. InsyaAllah, dengan kesungguhan, program ini akan memperkuat jiwa, pikiran, serta prestasi akademik mahasiswa,”sambung Faisal.
Sementara itu, Kepala Laboratorium Kompetensi Keagamaan Terpadu, Saepuddin, M.Ag., menyampaikan bahwa jumlah peserta BTQ tahun ini tercatat sebanyak 531 mahasiswa baru. Program ini akan dibimbing langsung oleh para ustaz dan ustazah melalui metode At-Tartil yang dinilai efektif dalam mempercepat penguasaan membaca Al-Qur’an.
Program BTQ tidak hanya bertujuan melatih keterampilan membaca dan menulis Al-Qur’an, tetapi juga membentuk karakter Islami mahasiswa.
“Dua ciri utama seorang muslim sejati adalah rajin shalat dan pandai membaca Al-Qur’an. Karena itu, mahasiswa STAIN SAR Kepri harus mampu mewujudkan keduanya sebagai identitas keilmuan dan keislaman mereka,” ungkapnya.
“Seluruh peserta yang mengikuti BTQ akan mendapatkan sertifikat resmi dari laboratorium sebagai pengakuan kompetensi. Sertifikat tersebut akan menjadi salah satu syarat kelulusan mahasiswa pada tahap akhir studi,”tutup Saepuddin.(jp)
Editor: yn
