Legislator Ini Ingatkan Negara Harus Baik Agar Tidak Seperti Nepal

PROKEPRI.COM, JAKARTA – Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Mardani Ali Sera Mardani mengingatkan Negara harus semakin baik lagi dalam merealisasikan harapan publik.
Langkah ini, menurut Mardani, perlu diambil agar kejadian seperti di Nepal, tidak terjadi di tanah air.
“Ada fenomena baru. Publik kian punya banyak saluran menyuarakan nuraninya. Sosial media yang dimiliki tiap individu dapat menjadi saluran efektif. Kadang aktornya orang biasa. Tapi isunya menyentuh banyak pihak,” kata Mardani dalam keterangannya, Selasa (16/9/2025).
Menyikapi isu demontrasi global tersebut, Mardani menilai setiap unsur pengambil kebijakan Negara perlu mendalami fenomena ini sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kebijakan dan mewujudkan harapan publik. Baik lembaga eksekutif, legislatif, hingga yudikatif.
“Semua elit eksekutif, legislatif dan yudikatif perlu mendalami fenomena ini. Mesti ada usaha menurunkan, antara harapan dan eksekusi,” jelas Mardani.
“Negara harus mampu mendekatkan eksekusi dengan harapan publik agar kian membaik. Tapi harapan publik kadang tidak sejalan dengan fenomena viralitas,” imbuhnya.
Oleh karena itu, wakil rakyat yang juga bertugas di Komisi II DPR ini pun menilai harus ada kajian berbasis data dan riset memadai terkait berbagai persoalan yang muncul.
Hal ini, kata Mardani, supaya Negara semakin mampu menyejahterakan rakyatnya sehingga kondisi di Indonesia tidak menjadi seperti di Nepal.
“Kita perlu menyiapkan perangkat agar bisa menyiapkan program menyejahterakan masyarakat dengan cepat. Agar tidak terjadi seperti di Nepal,” pungkasnya.
Seperti diketahui, aksi unjuk rasa di Nepal telah menimbulkan kekacauan dan menewaskan sedikitnya 51 orang. Puluhan ribu narapidana bahkan memanfaatkan situasi kacau untuk kabur dari penjara, dan hingga kini masih buron.
Unjuk rasa berdarah di Nepal diawali oleh aksi memprotes pemblokiran akses media sosial, yang dipimpin oleh generasi muda atau Gen Z di negara tersebut.
Aksi unjuk rasa di Nepal lebih parah dari yang terjadi di Indonesia pada 25-31 Agustus. Unjuk rasa di Indonesia sendiri semakin meluas setalah insiden seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan meninggal karena dilindas mobil Rantis Brimob.(wan)
Editor: yn
