KEPRI

Buntut Pernyataan Endipat Wijaya, Masyarakat Tanjungpinang Akan Gelar Aksi

Ilustrasi aksi. Foto istimewa

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Masyarakat Kepri akan menggelar aksi di Alun-Alun Gedung LAM Kepri, Tepi Laut, Tanjungpinang pada Sabtu (13/12/2025).

Aksi itu dilakukan buntut pernyataan kontroversial yang disampaikan Anggota DPR RI, Daerah Pemilihan (Dapil) Kepri, Meireza Endipat Wijaya, yang dinilai mengandung unsur pelecehan, tidak etis, dan mencederai martabat masyarakat Kepri.

“Sehubungan dengan pernyataan kontroversial yang disampaikan oleh Meireza Endipat Wijaya, Anggota DPR RI dari Dapil Kepulauan Riau (Kepri), yang kami nilai mengandung unsur pelecehan, tidak etis, dan mencederai martabat masyarakat Kepulauan Riau,” kata Koordinator aksi, Said Ahmad Syukri atau biasa disapa Sasjoni dalam surat undangan terbuka, Rabu (10/12/2025).

Mewakili masyarakat Kepri yang masih peduli marwah, Sasjoni menegaskan, bahwa aksi tersebut merupakan ‘Maklumat Pernyataan Sikap’ secara resmi terhadap ucapan Meireza Endipat Wijaya yang dianggapnya melukai rasa kemanusiaan, merendahkan marwah Kepri, serta tidak mencerminkan etika seorang pejabat publik yang seharusnya menjaga kehormatan daerah pemilihannya sendiri.

“Kami menolak keras pernyataan Meireza Endipat Wijaya, dan mengundang seluruh elemen masyarakat untuk hadir dalam aksi ini nanti,”imbaunya.

Aksi yang akan digelar pada pukul 14.00 Wib ini nanti, sebagai wujud solidaritas dan tanggung jawab moral.

“Untuk menjaga marwah Melayu, martabat Kepri, dan harga diri masyarakat kita,”tegas Sasjoni.

Seperti diketahui, pernyataan Endipat sebelumnya yang membandingkan donasi relawan sebesar “Rp 10 miliar” dengan klaim pemerintah mengeluarkan dana “triliunan rupiah” viral di sejumlah flatform media sosial.

Kata-kata legislator Dapil Kepri itu, dinilai sebagai bentuk arogansi verbal yang tidak semestinya diucapkan oleh seorang pejabat publik.

Sebelumnya, Pimpinan Daerah Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PD HIMA PERSIS) Tanjungpinang-Bintan juga telah memberikan teguran keras kepada Anggota DPR RI, Endipat Wijaya, atas pernyataannya yang menyindir dan meremehkan donasi relawan terkait penanganan banjir Sumatera tersebut.

Ketua Umum PD HIMA PERSIS Tanjungpinang-Bintan, Muhammad Zhein Noor Ramadhan, menegaskan bahwa Endipat telah gagal membaca suasana batin masyarakat.

“Ucapan Endipat Wijaya tidak hanya tidak sensitif — tetapi melecehkan kerja relawan dan mengabaikan kenyataan bahwa masyarakat masih berteriak belum menerima bantuan. Pejabat publik semestinya hadir dengan empati, bukan dengan sindiran murahan,” tegas Zhein, Selasa (9/12/2025) kemaren.

Ia menyebut tindakan Endipat sebagai bentuk arogan dalam berkomunikasi, karena menyamakan dua hal yang sama sekali tidak setara. Donasi relawan, menurut Zhein, adalah gerakan solidaritas rakyat, uang rakyat, tenaga rakyat. Sedangkan bantuan pemerintah adalah kewajiban negara, bukan kemurahan hati pejabat.

“Pejabat publik tidak berhak meremehkan donasi masyarakat hanya karena nilainya tidak sebesar anggaran negara. Justru relawan bergerak cepat ketika pemerintah lambat. Jangan balikkan fakta!” tekan dia.

Zhein menegaskan bahwa unggahan para relawan, termasuk Ferry Irwandi, memperlihatkan secara gamblang bahwa masih banyak warga yang belum menerima bantuan logistik, distribusi pemerintah tidak merata, dan masyarakat sendiri yang menyampaikan keluhan tersebut langsung kepada relawan.

“Maka, sindiran terhadap relawan adalah bentuk ketidakpekaan dan justru memperlihatkan jauhnya pejabat dari realitas lapangan,”ungkapnya.(jp)

Editor: yn

Back to top button