KEPRI

Ini Tanggapan Pemko Tanjungpinang Soal Langkanya Ayam Potong dan Harganya Melejit

Kadiskominfo Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto. Foto dok prokepri.

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Pemerintah Kota Tanjungpinang memberikan tanggapan soal langkanya ayam potong dan berimbas melejitnya harga per satu kilogram yang mencapai Rp60 ribu di pasaran.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto mengatakan, kelangkaan ayam potong di pasaran itu disebabkan oleh tiga hal.

Pertama, faktor kebakaran kandang ayam milik salah satu perusahaan yang kapasitasnya mencapai 75 ribu ekor, kedua, faktor terjadinya perlambatan pertumbuhan ayam ternak akibat perubahan cuaca dan ketiga, meningkatnya permintaan ayam dari Batam, dengan harga yang lebih baik, hingga produksi lebih banyak dijual ke Batam.

“Pemko Tanjungpinang memahami sepenuhnya kondisi kelangkaan ayam di pasaran Tanjungpinang. Sebelumnya, Pemko telah melaksanakan koordinasi ke distributor untuk mengantisipasi persoalan ini,”tegas Teguh, Senin (15/12/2025).

Pemko, sambung dia, telah menyiapkan solusi dan langkah mitigasi terkait persoalan ini. Melalui peningkatan dan percepatan pasokan ayam pada sejumlah produsen ayam, komunikasi dan koordinasi jajaran teknis terkait, serta menambah pasokan ayam untuk memenuhi kebutuhan di Tanjungpinang, yang berasal dari kandang-kandang ayam yang ada di wilayah Bintan.

“Untuk mencegah kelangkaan ayam di Bintan dan Tanjungpinang, informasi yang kami dapatkan Pemkab Bintan sejak 11 Desember lalu tidak menerbitkan SKLH ayam tujuan Batam,”ungkap Teguh.

Kelangkaan ketersediaan ayam pedaging, menurut dia, terjadi di lintas daerah Bintan dan Tanjungpinang.

“Tentunya kita berharap persoalan ini turut menjadi perhatian Pemerintah Provinsi. Sebab Kota Tanjungpinang tidak memiliki kandang ayam pedaging,”pinta Teguh.

“Dua kandang ayam dengan ukuran relatif kecil yang ada di Tanjungpinang, belum dapat memenuhi kebutuhan ayam Tanjungpinang yang mencapai sekitar 4.000 sampai 4.500 ekor per hari,”sambungnya menutup tanggapan.(jp)

Editor: yn

Back to top button