Aliansi Masyarakat Kepri Peringati 19 Tahun Reformasi di Tanjungpinang

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Aliansi Masyarakat Sipil Kepri menggelar diskusi dan renungan refleksi 19 tahun reformasi, berlangsung di Cafe Jendela, samping Mako Marinir Tepi Laut Tanjungpinang, Sabtu (13/5).
Hadir dalam kegiatan tersebut, salah seorang anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) asal Provinsi, Haripinto Tanuwidjaja, Ketua Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Muhammad Faizal SH MH, anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) selaku penggagas kegiatan, James Papilaya SH MH beserta rekannya, Adji Supit termasuk sejumlah OKP, Ormas serta puluhan mahasiswa di Tanjungpinang
Disamping itu, Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah juga turut hadir di akhir kegiatan untuk meletakan spanduk sebagai simbol perjuangan reformasi, sekaligus memimpin renungan suci refleksi 19 tahun lahirnya reformasi di tanah air, berlangsung di kawasan Tugu Proklamasi, Tepi Laut.
Acara diawali nonton bareng pumutaran fil dokumenter tragedi 1998 di Jakarta, dilanjutkan diskusi publik dengan tujuan mengevaluasi perjalanan reformasi ditinjau dari sisi positif dan negatifnya selama 19 tahun kebelakang.
“Prinsipnya, reformasi ini adalah suatu pilihan dalam era demokrasi. Hari ini kita bisa berbicara bebas secara terbuka, termasuk lahirnya UU Pers tahun 1999 termasuk yang lainnya. Hal itu tidak terlepas dari buah-buah reformasi yang telah dilakukan,” kata James Papilaya SH MH, yang akrab disapa Jimy, koordinator penggagas kegiatan.
Menurutnya, lahirnya reformasi tersebut tidak terlepas perjuangan segenap lapisan masyarakat serta para mahasiswa di tanah air sebelumnya, sehingga hal itu harus tetap selalu dijaga dan dirawat bersama agar reformasi tersebut tidak berhenti begitu saja, melainkan harus tetap bergulir demi mensejahterakan masyarakat.
“Prinsipnya, kita ingin reformasi ini untuk mensejahterakan rakyat. Kegiatan ini merupakan pertama kali kita adakan di Kepri dan akan terus berkelanjutan tiap tahunnya,” ucap Jimy.
Dikatakan, lahirnya reformasi termasuk terjadinya tragedi Trisakti tahun 1998 wajib untuk diingat bagaimana perjuangan mahasiswa pada waktu itu era reformasi.
“Tokoh-tokoh aktifis di culik, dan sampai saat ini tidak diketahui kemana para aktivis tersebut. Kami dulu bersuara sangat sulit, karena banyak yang mengawasi kami selaku para mahasiswa kala itu,” ungkapnya.
Ia juga berharap agar jangan sampai reformasi yang dikatakan saat ini kebablasan, melainkan harus selalu sesuai dengan peruntukannya, sekaligus dapat memahami koridor yang tepat untuk berdemokrasi.
Sementara anggota DPD RI, Haripinto menyampaikan dukungannya atas kegiatan ini sebagai salah satu penyemangat reformasi kepada para mahasiswa, akhtifis dan segenap elemen masyarakat lainnya.
“Semangat reformasi ini harus terus kita kobarkan, karena masih banyak tuntutan reformasi itu yang belum selesai,” kata Haripinto
Pada saat itu, sambung Haripinto, perjuangan mahasiswa adalah salah satunya berantas Kolusi Korupsi dan Nepotisme (KKN) yang telah merugikan bangsa Indonesia, dan bertumpu di Pusat ibukota Jakarta.
“Namun saat ini, praktek KKN tersebut justru telah menyebar keseluruh pelosok tanah air. Meskipun sudah sering dilakukan penindakan oleh instasi terkait, kenyataannya masih tetap saja terjadi diberbagai daerah,” ungkap anggota Komite IV DPD RI ini
Sementara Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah dalam sambutanya mengajak segenap elemen masyarakat termasuk kalangan mahasiwa dapat memiliki peranan terbaik di Kepri, khsusnya di Kota Tanjungpinang.
Ia juga berharap, agar semangat reformasi dapat terus diingat dan tidak boleh padam, untuk memajukan kesejahteraan rakyat.
Penulis : AL
Editor : YAN
