KEPRI

Ibu Pembuang Janin di Tepi Laut Masih Diburu Polisi

Anggota Reskrim Polres Tanjungpinang melihat kondisi mayat janin bayi yang dibuang di Tepi Laut, Tanjungpinang beberapa hari lalu di RSUD. Foto Prokepri.com/AL.

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Kepolisian Sektor (Polsek) Tanjungpinang Barat masih terus menyelidiki serta memburu pelaku yang membuang janin bayi laki-laki berusia sekitar 6 bulan di di kawasan Jalan H Agus Salim, depan SMA Negeri 5, Tepi Laut Tanjungpinang, Jum’at (2/6) lalu

“Proses penyelidikan terhadap penemuan janin bayi di Tepi Laut tersebut masih terus kita lakukan secara serius, dengan melakukan pengumpulan data dilapangan untuk memburu dan menangkap siapa pelaku sebenarnya,” ucap Kapolres Tanjungpinang melalui Kapolsek Tanjungpinang Barat, AKP Yuhendri SH MH, Senin (5/6).

Secara pasti, Yuhendri belum bisa menentukan siapa pelaku yang membuang janin berusia sekitar 6 bulan kandungan tersebut. Namun kuat keyakniannya, bahwa pelaku merupakan wanita yang melahirkan bayi tersebut secara paksa (aborsi).

“Informasi masyarakat juga sangat kita harapkan untuk segera menyampaikan kepada kita terhadap wanita yang dicurigai sebagai pelaku pembuang janin tersebut,” ungkap Yuhendri

Sebagaimana diberitakan, sejumlah warga masyarakat di kawasan jalan H Agus Salim, depan SMA Negeri 5, Tanjungpinang dikagetkan dengan penemuan sosok jasad janin bayi laki-laki berusia sekitar 6 bulan kandungan, dalam kondisi telungkup tidak bernyawa di atas bebatuan di Tepi Laut, Kecamatan Tanjungpinang Barat, Jum’at (2/6) sekitar pukul 10.45 WIB.

jasad janin bayi tersebut diduga sengaja dibuang oleh wanita yang tidak bertanggungjawab usai melahirkan bayinya secara diam-diam. Kemudian bayi itu dibuang begitu saja dengan cara dilempar dari tepi jalan menuju pantai tempat ditemukannya bayi itu.

Informasi dari tim medis menyebutkan, jasad bayi tersebut diduga baru dilahirkan oleh pelaku, kemudian dibuang ke tepi laut, sebelum akhirnya ditemukan beberapa jam kemudian oleh warga.

Jasad bayi malang itu pertama kali ditemukan oleh seorang anak laki-laki bernama Arman Solisa (9) yang sedang bermain di tepi laut disekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Kemudian Arman menceritakan kepada pamannya Ismail Loilatu (41) untuk melihat sosok jada bayi tergeletak di atas batu saat itu, sebelum akhirnya dilaporkan ke Polsek Tanjungpinang Barat. Saat ditemukan, kondisi tali pusar dari Ari-Ari bayi tersebut masih melekat dibadannya serta dilumuri darah segar.

Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti Polisi dengan menerjunkan anggota Tim Identifikasi Satreskrim Polres Tanjungpinang ke TKP untuk melakukan penyelidikan dan membawa jasad bayi tersebut ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjungpinang untuk dilakukan visum oleh tim medis.

Penulis : AL

Tinggalkan Balasan

Back to top button