Kisah Perjuangan Dodo, Dari Pedagang Es Hingga Jadi Pengusaha Sukses di Anambas

PROKEPRI.COM, ANAMBAS – Di balik geliat sektor perikanan di Kabupaten Kepulauan Anambas, tersimpan kisah perjuangan seorang pria bernama Dodo. Lahir pada tahun 1971, Dodo kini dikenal sebagai salah satu pengusaha sukses.
Namun, keberhasilan yang ia raih hari ini bukan datang secara instan, melainkan melalui perjalanan panjang penuh kerja keras, ketekunan, dan keberanian menghadapi perubahan zaman.
Jauh sebelum memiliki usaha besar, Dodo memulai hidupnya dari bawah sebagai pedagang es. Dengan segala keterbatasan saat itu, ia terus berusaha mencari peluang demi peluang.
Sedikit demi sedikit, usahanya berkembang, hingga akhirnya mengantarkannya menjadi sosok pengusaha yang diperhitungkan di Anambas.
Kini, Dodo mengelola usaha keramba ikan di kawasan Air Sena, serta memiliki dua unit cold storage di Anambas. Salah satunya berada di Desa Tarempa Barat dengan kapasitas penyimpanan lebih dari 200 ton, lengkap dengan fasilitas ABF (Air Blast Freezer) sekitar 2 ton.
Keberadaan fasilitas tersebut bukan sekadar bisnis semata. Bagi Dodo, usaha yang dibangunnya harus memberi manfaat bagi masyarakat, terutama para nelayan lokal yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
“Dengan adanya cold storage, hasil tangkapan nelayan bisa disimpan lebih lama dan tidak cepat rusak. Ini tentu berdampak pada harga jual yang lebih baik,” ujar Dodo, Kamis (16/4/2026) malam
Menurutnya, persoalan klasik nelayan selama ini terjadi ketika hasil tangkapan melimpah. Ikan yang banyak membuat harga jual anjlok karena minimnya fasilitas penyimpanan.
Dengan adanya cold storage, nelayan kini memiliki pilihan untuk menunda penjualan hingga harga kembali stabil.
“Sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,” tambahnya.
Pernah Jaya Ekspor ke Hongkong
Perjalanan usaha Dodo juga pernah mencapai masa keemasan. Ia sempat sukses mengekspor ikan ke Hongkong melalui kapal penampung ikan yang datang langsung dari negeri tersebut. Namun, perubahan regulasi dan kondisi pasar membuat kapal-kapal tujuan Hongkong tak lagi masuk ke Anambas.
Situasi itu memaksanya untuk beradaptasi. Alih-alih menyerah, Dodo justru banting stir dengan memperkuat bisnis penyimpanan ikan beku melalui pembangunan cold storage berkapasitas besar.
Saat ini, kapal penampung ikan yang masih beroperasi sebagian besar membawa hasil tangkapan ke Taiwan, itupun dengan kuota terbatas dan hanya untuk ikan pilihan. Kondisi ini membuat peran cold storage menjadi semakin penting bagi nelayan Anambas.
Inspirasi dari Nol
Kontribusi Dodo dinilai turut membantu meningkatkan kesejahteraan nelayan serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Kisah hidupnya menjadi bukti bahwa usaha yang dimulai dari nol, dengan niat baik dan kerja keras, dapat tumbuh besar sekaligus memberi manfaat luas bagi banyak orang.
Dari seorang pedagang es, kini Dodo menjelma menjadi pengusaha yang tak hanya sukses secara ekonomi, tetapi juga menjadi harapan bagi nelayan Anambas.
Penulis: Agus Suradi
Editor: yn
