KEPRI

Bupati Aneng Prioritaskan Kebutuhan Masyarakat, Tolak Pengadaan Mobil Dinas Baru Rp1,5 Miliar

Tampak Bupati Anambas Anemg menggunakan sepeda motor dinas untuk meninjau sejunlah program kerja, Jumat (22/5/2026). Foto prokepri/Agus Suradi

PROKEPRI.COM, ANAMBAS – Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas, Aneng menegaskan komitmennya untuk mengutamakan kebutuhan masyarakat dibanding pengadaan fasilitas pejabat, termasuk kendaraan dinas baru bagi kepala daerah.

Sikap tersebut dibuktikan dengan keputusannya membatalkan rencana pengadaan mobil dinas baru untuk Bupati dan Wakil Bupati yang sebelumnya diusulkan oleh Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setda) dengan nilai hampir mencapai Rp1,5 miliar.

Menurut Aneng, di tengah masih banyaknya kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi, anggaran daerah seharusnya difokuskan pada sektor yang manfaatnya langsung dirasakan warga, seperti pelayanan kesehatan, kebersihan lingkungan, hingga sarana transportasi penunjang masyarakat di wilayah kepulauan.

“Untuk saat ini saya lebih memilih mengutamakan kebutuhan masyarakat terlebih dahulu dibandingkan mengganti mobil operasional bupati. Selama kendaraan yang ada masih bisa digunakan, itu masih cukup,” ujar Aneng usai kegiatan pemerintahan di Tarempa, Jumat (22/5/2026).

Ia mengungkapkan, kendaraan dinas yang saat ini digunakan memang sudah berusia sekitar 10 tahun. Meski demikian, mobil dinas jenis Toyota Fortuner tersebut dinilai masih layak dipakai untuk menunjang aktivitas pemerintahan sehari-hari.

“Ya benar ada usulan kendaraan dinas baru. Saya langsung minta dicoret saja, masih banyak keperluan untuk masyarakat,” katanya.

Aneng menilai, pengadaan kendaraan dinas baru belum menjadi kebutuhan mendesak bagi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas.

Sebaliknya, pemerintah daerah saat ini lebih fokus memperkuat pelayanan publik melalui penambahan fasilitas kesehatan dan kendaraan operasional yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Salah satu yang menjadi perhatian pemerintah daerah, kata dia, ialah penambahan ambulans untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat, terutama bagi warga di wilayah kepulauan yang membutuhkan akses cepat menuju fasilitas medis.

Selain ambulans, pemerintah daerah juga berupaya menambah kendaraan operasional untuk mendukung pelayanan kebersihan lingkungan serta aktivitas sosial kemasyarakatan lainnya.

“Kita ingin anggaran yang ada benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kalau bisa dipakai untuk menambah ambulans atau kendaraan pelayanan masyarakat lainnya, tentu itu lebih penting,” tegasnya.

Sikap sederhana Aneng juga terlihat dari kesehariannya yang tidak terlalu bergantung pada kendaraan dinas. Ia mengaku lebih sering menggunakan sepeda motor untuk aktivitas sehari-hari, termasuk menuju kantor maupun menghadiri pertemuan dengan warga.

“Yang ada dipakai saja. Kalau tidak ada, sepeda motor masih ada, motor lama masih bisa dipakai,” ujarnya sambil tersenyum.

Bahkan saat menjalankan agenda di luar daerah, Aneng memilih menggunakan cara yang dinilainya lebih sederhana dan efisien. Saat berada di Batam, ia lebih sering memakai kendaraan pribadi.

Sementara ketika memiliki agenda di Tanjungpinang, ia masih memanfaatkan mobil dinas lama yang tersedia.

Sedangkan untuk perjalanan dinas ke Jakarta, Aneng mengaku lebih nyaman menggunakan transportasi umum dibanding meminta fasilitas kendaraan khusus.

“Kalau ada agenda di Jakarta, saya pakai taksi online. Lebih nyaman saja, tidak terlalu buru-buru juga. Hitung-hitung bantu pendapatan sopir taksi lah,” katanya.

Keputusan membatalkan pengadaan mobil dinas baru tersebut mendapat apresiasi dari sejumlah masyarakat. Di tengah kondisi efisiensi anggaran, langkah itu dinilai mencerminkan kepedulian kepala daerah terhadap kebutuhan dasar warga dibanding kepentingan fasilitas pejabat.

Pemkab Kepulauan Anambas sendiri saat ini terus mendorong peningkatan pelayanan publik melalui penguatan fasilitas kesehatan, infrastruktur desa, serta sarana pendukung lainnya guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah kepulauan.(agussuradi)

Editor: yn

Back to top button