Menolak Lupa: Menghidupkan Marwah Perjuangan BP3KR di Tangan Generasi Muda
Oleh: Raja Hardiansyah, Staf Administrasi di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH)

PROKEPRI.COM, OPINI – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) hari ini berdiri tegak sebagai daerah mandiri yang makmur dengan potensi maritim yang luar biasa. Namun, kenyamanan ini bukanlah hadiah cumacuma.
Dua puluh empat tahun lalu, sebuah gerakan masif yang dimotori oleh Badan Pekerja Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR) berjuang tanpa lelah demi marwah masyarakat Kepulauan Riau. Perjuangan tersebut melahirkan momentum bersejarah yang kita kenal sebagai Hari Marwah.
Bagi generasi muda, sejarah ini bukan sekadar catatan usang di lembar buku, melainkan warisan nilai yang wajib dijaga dan diteruskan.
Pengorbanan dan Air Mata Ketua
Yayasan BP3KR, Dato’ Huzrin Hood, kerap mengingatkan bahwa Kepri lahir dari persatuan visi para tokoh masyarakat, budayawan, dan rakyat yang mendambakan keadilan pembangunan. Gerakan ini menguras material, pikiran, hingga air mata yang bermula.
Hari Marwah yang diperingati tepatnya pada hari Jumat 15 Mei 2026 bukanlah seremonial tahunan belaka. Ia adalah simbol harga diri dan martabat masyarakat Kepri yang menolak untuk dikesampingkan. Melalui inisiatif terbaru dalam penyusunan buku sejarah perjuangan Kepri, para pelaku sejarah ingin memastikan estafet ingatan ini tidak terputus. Generasi muda harus paham bahwa setiap jengkal wilayah Kepri ditebus dengan semangat kebersamaan yang kokoh.
Tantangan Pemuda di Era Modern
Dulu BP3KR berjuang lewat diplomasi, sekarang pemuda berjuang melawan lupa. Di era digital, amnesia sejarah adalah ancaman nyata. Visi besar Kepri tentang hilirisasi industri dan ekonomi biru kini berada di tangan Gen Z dan milenial. Namun tanpa memahami esensi BP3KR, kemajuan ekonomi tersebut akan kehilangan arah. Mari jadikan teknologi sebagai alat untuk menjaga akar, bukan justru mencabutnya.
Peran Strategis GM-BP3KR
Kami bersama kawan-kawan seperjuangan di bawah kepemimpinan Basyarudin Idris (Tok Oom), Badan Penyelaras Pembangunan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR) yang berdiri sejak Tahun 2008 kini bertransformasi.
Fokusnya bergeser yang awalnya dari perjuangan politik menuju perjuangan pembangunan. Melalui wadah yang terdiri dari Generasi Muda BP3KR Provinsi Kepulauan Riau (GM-BP3KR), relevansi organisasi ini mencakup dua poin strategis:
• Transformasi Perjuangan: Dari Membentuk Menjadi Mengisi. Jika generasi pendiri telah menyelesaikan tugas historis memekarkan Kepri, maka pemuda hari ini adalah pelaku utama pembangunan. GM-BP3KR menjadi wadah bimbingan agar energi kritis pemuda tersalurkan ke sektor strategis, seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan industri maritim.
• Agen Literasi Sejarah Lokal: Melawan amnesia sejarah di kalangan pelajar dan mahasiswa. GM-BP3KR menjadi jembatan literasi yang melibatkan pemuda dalam menyusun serta mendistribusikan buku sejarah daerah untuk menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging).
Kesimpulan: Rantai Estafet yang Tak Boleh Putus
Kita tidak boleh menjadi generasi yang sekadar menikmati hasil tanpa menghargai pahit getirnya proses. Sejarah membuktikan bahwa bangsa kita besar bukan karena luas wilayahnya, melainkan karena marwah yang senantiasa terjaga. Kepulauan Riau adalah satu-satunya provinsi di Indonesia yang lahir dari murni perjuangan rakyatnya.
Mari hidupkan kembali semangat BP3KR dalam sanubari. Buktikan bahwa pemuda Kepulauan Riau adalah generasi tangguh yang siap mengantar Negeri Segantang Lada menuju kejayaan hakiki. “SELAMAT HARI MARWAH”.***
