Aneng-Raja Bayu dan Insan Pers Napak Tilas ke Hutan Batu Tabir Anambas, Temukan Bunga Rafflesia

PROKEPRI.COM, ANAMBAS – Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas, Aneng, bersama Wakil Bupati Raja Bayu Febri Gunadian dan insan pers melakukan kegiatan tapak tilas menuju habitat bunga Rafflesia di kawasan Hutan Batu Tabir, Desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Minggu (14/6/2026).
Perjalanan menuju lokasi ditempuh dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak di dalam hutan sejauh kurang lebih 2 kilometer dengan waktu tempuh sekitar satu jam lebih.
Medan yang cukup menantang tidak menyurutkan semangat rombongan untuk melihat secara langsung salah satu flora paling langka di Indonesia tersebut.
Di kawasan Hutan Batu Tabir, ditemukan dua jenis Rafflesia, yakni Rafflesia hasseltii dan Rafflesia cantleyi. Keberadaan kedua spesies ini menjadi kekayaan hayati yang sangat bernilai bagi Kabupaten Kepulauan Anambas.
Rafflesia merupakan tumbuhan parasit yang memiliki anatomi tidak lengkap. Tumbuhan ini tidak mempunyai daun, batang, maupun akar, melainkan hanya berupa bunga yang muncul dalam bentuk kuncup hingga mekar.
Karena keunikannya, Rafflesia dikenal sebagai salah satu bunga paling langka di dunia.Rafflesia hasseltii memiliki ciri khas kelopak berwarna merah darah dengan bercak atau totol putih dan berstatus sangat terancam punah (endangered).
Sementara itu, Rafflesia cantleyi juga ditemukan tumbuh di kawasan hutan yang sama, menambah kekayaan keanekaragaman hayati Anambas.
Habitat Rafflesia di Batu Tabir menjadi perhatian para peneliti karena keberadaannya disebut sebagai “unicorn population”, yakni populasi baru yang sebelumnya belum pernah terdokumentasikan secara ilmiah di Kabupaten Kepulauan Anambas maupun di Provinsi Kepulauan Riau.
Bahkan, di kawasan ini ditemukan beberapa titik pertumbuhan bunga Rafflesia yang mekar secara sporadis atau tidak memiliki waktu berbunga yang tetap.
Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas, Aneng, mengatakan keberadaan bunga langka tersebut merupakan aset alam yang harus dijaga bersama.
Menurutnya, potensi ini tidak hanya penting untuk konservasi, tetapi juga dapat menjadi daya tarik ekowisata yang mampu memperkenalkan Anambas kepada masyarakat luas.
”Kekayaan alam seperti Rafflesia ini adalah anugerah yang harus kita lestarikan.
Dengan menjaga habitatnya, kita tidak hanya melindungi flora langka, tetapi juga membuka peluang pengembangan wisata berbasis alam yang berkelanjutan bagi Kabupaten Kepulauan Anambas,” ujarnya.
Kegiatan tapak tilas bersama insan pers ini juga menjadi bentuk edukasi sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk ikut menjaga kelestarian hutan dan habitat Rafflesia agar tetap terpelihara untuk generasi mendatang.(as)
Editor: yn
